Suara Inetizen

suarainetizen.com

Survei Digdaya: Kepercayaan Publik kepada Presiden Prabowo Capai 73,3 Persen

JAKARTA | Suarainetizen.com – Tingkat kepercayaan publik terhadap Presiden Prabowo Subianto mencapai 73,3 persen berdasarkan hasil survei nasional terbaru Digdaya Polling & Strategy.

Hasil tersebut menunjukkan Presiden Prabowo masih memiliki modal kepercayaan publik yang relatif kuat, meski masyarakat tetap memberikan penilaian berbeda terhadap kinerja Presiden maupun pemerintahan secara keseluruhan.

Survei Digdaya Polling & Strategy dilaksanakan pada 22–31 Juli 2026 dengan melibatkan 1.200 responden yang tersebar secara nasional. Responden merupakan Warga Negara Indonesia (WNI) berusia 17 tahun ke atas atau sudah menikah, yang dipilih secara acak sistematis.

Survei tersebut memiliki margin of error sebesar ±2,83 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.

Peneliti Digdaya Polling & Strategy, Fadhil Abdurrahim, mengatakan tingkat kepercayaan yang mencapai 73,3 persen menunjukkan posisi Prabowo masih cukup kuat dalam persepsi publik.

“Tingkat kepercayaan terhadap Presiden Prabowo yang mencapai 73,3 persen menunjukkan bahwa secara personal maupun sebagai kepala pemerintahan, Prabowo masih memiliki modal kepercayaan publik yang kuat. Namun, angka ini perlu dibaca secara berbeda dari tingkat kepuasan terhadap kinerja Presiden maupun pemerintahan secara keseluruhan,” kata Fadhil.

TNI Jadi Institusi dengan Kepercayaan Tertinggi

Dalam pengukuran terhadap sejumlah lembaga dan institusi publik, TNI memperoleh tingkat kepercayaan tertinggi dengan angka 79,5 persen.

Sementara itu, Bawaslu mencatat tingkat kepercayaan sebesar 73,4 persen dan Presiden Prabowo sebesar 73,3 persen.

Temuan tersebut menempatkan TNI, Bawaslu, dan Presiden dalam kelompok dengan tingkat kepercayaan publik yang relatif tinggi, meski ketiganya memiliki fungsi dan kedudukan kelembagaan yang berbeda.

Di sisi lain, sejumlah institusi politik mencatat tingkat ketidakpercayaan yang lebih tinggi. DPR menjadi institusi dengan tingkat ketidakpercayaan tertinggi, yakni 44,5 persen responden menyatakan tidak percaya atau sangat tidak percaya.

BACA JUGA:  Satgas Yonif 521/DY Bersatu Bersama Para Tokoh di Papua

Selanjutnya, Polri mencatat tingkat ketidakpercayaan sebesar 38,9 persen, sedangkan partai politik sebesar 37,5 persen.

Fadhil mengatakan pola tersebut menunjukkan adanya perbedaan persepsi publik terhadap institusi yang memiliki fungsi kepemimpinan, keamanan, maupun representasi politik.

“Polanya cukup jelas. Institusi yang memiliki fungsi simbolik, keamanan, dan kepemimpinan nasional cenderung memperoleh tingkat kepercayaan lebih tinggi dibandingkan institusi politik representatif. Sementara itu, rendahnya kepercayaan terhadap DPR dan partai politik menunjukkan masih adanya pekerjaan rumah dalam membangun kepercayaan publik terhadap institusi demokrasi representatif,” ujarnya.

Kepercayaan kepada Presiden Lebih Tinggi daripada Kepuasan Kinerja

Survei Digdaya juga menemukan adanya perbedaan antara tingkat kepercayaan publik terhadap Presiden dengan kepuasan terhadap kinerjanya.

Tingkat kepercayaan terhadap Presiden Prabowo tercatat sebesar 73,3 persen. Sementara itu, tingkat kepuasan terhadap kinerja Presiden berada pada angka 56,3 persen.

Adapun tingkat kepuasan terhadap kinerja pemerintahan Prabowo-Gibran secara keseluruhan mencapai 52,7 persen.

Menurut Fadhil, perbedaan angka tersebut menunjukkan bahwa kepercayaan terhadap figur Presiden tidak secara otomatis sama dengan penilaian terhadap kinerja pemerintahan.

“Ada selisih yang cukup besar antara trust terhadap Presiden dengan satisfaction terhadap kinerjanya. Ini menunjukkan bahwa sebagian publik masih memberikan kepercayaan kepada figur Presiden, tetapi pada saat yang sama memiliki evaluasi yang lebih kritis terhadap capaian kinerja pemerintah,” jelasnya.

Fadhil menilai tingkat kepercayaan tersebut dapat menjadi modal bagi pemerintah sekaligus menjadi tantangan untuk meningkatkan kepuasan masyarakat terhadap kinerja pemerintahan.

“Kepercayaan merupakan modal yang penting, tetapi modal tersebut perlu dikonversi menjadi kepuasan melalui capaian kebijakan yang konkret dan dirasakan langsung masyarakat. Artinya, tantangan pemerintah bukan hanya mempertahankan kepercayaan, tetapi memastikan kepercayaan tersebut diikuti oleh persepsi positif terhadap kinerja,” tambah Fadhil.

BACA JUGA:  Kasus Penembakan Diplomat RI di Peru, Trinovi DPR RI Desak Usut Tuntas

Modal Kepercayaan Perlu Dibarengi Kinerja

Digdaya Polling & Strategy menilai tingkat kepercayaan yang relatif tinggi terhadap Presiden dapat menjadi modal penting bagi pemerintah dalam menjalankan berbagai agenda prioritas.

Namun, perbedaan antara tingkat kepercayaan terhadap Presiden sebesar 73,3 persen, kepuasan terhadap kinerja Presiden sebesar 56,3 persen, dan kepuasan terhadap pemerintahan Prabowo-Gibran sebesar 52,7 persen menunjukkan bahwa publik tetap membedakan antara figur kepemimpinan dan hasil kerja pemerintahan.

Karena itu, pemerintah dinilai perlu menjaga konsistensi kebijakan, memperkuat efektivitas pelaksanaan program, serta meningkatkan komunikasi publik agar kepercayaan yang ada dapat dipertahankan dan diikuti dengan peningkatan kepuasan terhadap kinerja pemerintahan.

Metodologi Survei

Survei nasional Digdaya Polling & Strategy dilaksanakan pada 22–31 Juli 2026 melalui wawancara tatap muka terhadap 1.200 responden.

Responden dipilih secara acak sistematis dan tersebar secara proporsional di seluruh Indonesia. Responden merupakan WNI berusia 17 tahun ke atas atau sudah menikah.

Survei memiliki margin of error sebesar ±2,83 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.

About The Author