SuaraInetizen.com, Kota Bekasi – Kericuhan pasca rapat Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kota Bekasi berbuntut panjang. Dua anggota dewan yang terlibat, Ahmadi alias Madong dan Arif, kini sama-sama melapor ke aparat penegak hukum.
Ahmadi lebih dulu melaporkan Arif ke Polres Metro Bekasi Kota atas dugaan tindak kekerasan. Ia mengaku insiden berawal dari perbedaan pendapat yang muncul di akhir rapat.
“Ada perbedaan pendapat, mungkin menyinggung Arif, saya kurang tahu. Tiba-tiba dia menghampiri saya lalu mentoyor kepala saya,” ujar Ahmadi, Senin (22/9/2025).
Namun, Arif membantah tuduhan tersebut. Menurutnya, ia hanya menepuk ringan topi yang dikenakan Ahmadi.
“Saya cuma towel topinya, bukan toyor. Saya juga tidak tahu maksud toyor itu apa,” jelas Arif saat konferensi pers, Selasa (23/9).
Merasa namanya dicemarkan, Arif balik menegaskan akan melaporkan Ahmadi ke Polda. Ia bahkan menyinggung dugaan penyalahgunaan anggaran perjalanan dinas oleh rekannya tersebut.
“Pertama, saya menghormati proses hukum yang berjalan. Kedua, ini ada soal perjalanan dinas, lebih tepatnya dana rembesan. Nantilah, setelah saya pulang dari Polda intinya,” ucap Arif sambil tersenyum.
Kini, perseteruan keduanya resmi berujung saling lapor. Baik Ahmadi maupun Arif bersikukuh dengan versinya masing-masing, sementara proses hukum dipastikan akan menjadi jalan penyelesaian sengketa yang mencuat usai rapat Banggar DPRD Kota Bekasi tersebut.

More Stories
AMKI Lahat Dikukuhkan, Media Didorong Bersatu Jaga Independensi
PN Tangerang Kabulkan Sebagian Gugatan Ahli Waris Yuamah
Karnaval Perdana RW 14 BCM Cikarang Selatan Meriah, Tampilkan Kisah Romusha dan Budaya Minahasa