Suara Inetizen

suarainetizen.com

AMKI Musi Rawas Resmi Dilantik, Independensi Pers Jadi Harga Mati di Era Digital

MUSI RAWAS — Asosiasi Media Konvergensi Indonesia (AMKI) Kabupaten Musi Rawas resmi melantik kepengurusan periode 2026–2031 di Pendopoan Rumah Dinas Bupati Musi Rawas, Selasa (27/10/2026). Kepengurusan baru menghadapi tantangan memperkuat profesionalisme perusahaan pers, mendorong inovasi digital, dan menjaga independensi jurnalistik di tengah persaingan industri media.

Mengusung tema “Media Konvergensi Bukan Pilihan, Tapi Keharusan. Bersama AMKI, Mari Bangkit dan Berinovasi”, pelantikan ini menandai langkah organisasi dalam menghadapi perubahan teknologi sekaligus memperkuat ekosistem media yang profesional dan berintegritas.

Namun, tantangan AMKI Musi Rawas tidak berhenti pada adaptasi teknologi. Organisasi ini juga perlu memastikan bahwa kolaborasi dengan pemerintah daerah dan berbagai pihak tidak menggerus independensi pers maupun melemahkan fungsi kontrol sosial media.

Bupati Musi Rawas, Hj. Ratna Machmud, menekankan pentingnya kemitraan strategis antara pemerintah daerah dan media untuk menyampaikan informasi pembangunan kepada masyarakat.

Kemitraan tersebut dapat mendukung keterbukaan informasi dan memperluas jangkauan komunikasi publik. Meski demikian, hubungan antara pemerintah dan perusahaan pers tetap perlu menjunjung profesionalisme, independensi, serta kepentingan masyarakat.

Media tidak cukup hanya menyampaikan program dan capaian pemerintah. Pers juga memiliki tanggung jawab mengawasi kebijakan publik, menguji informasi, serta menyampaikan kritik secara objektif, kritis, dan berimbang.

Profesionalisme Media Menjadi Ujian Organisasi

Ketua AMKI Sumatera Selatan, Kms Umar Jaya Negara, menjelaskan bahwa AMKI menghimpun perusahaan media dalam satu wadah untuk memperkuat kebersamaan dan menghadapi tantangan industri pers.

Menurutnya, perkembangan media digital dan bertambahnya pelaku usaha media mendorong perlunya organisasi yang mampu mempertemukan perusahaan pers serta memperkuat kapasitas anggotanya.

Ia juga menyampaikan bahwa AMKI telah berkembang hingga tingkat kabupaten dan kota di Sumatera Selatan. Pelantikan kepengurusan AMKI Musi Rawas menjadi bagian dari upaya memperluas penguatan organisasi di daerah.

BACA JUGA:  UMKM Kota Bekasi Dukung Por prov Jabar 2026, Produk Lokal Jadi Prioritas

Sementara itu, Ketua AMKI Kabupaten Musi Rawas, H. Marwan Ashari, S.H., mengajak seluruh pengurus dan anggota memperkuat solidaritas, membangun kolaborasi, serta meningkatkan kemampuan perusahaan pers agar mampu bertahan di tengah persaingan industri media digital.

Ajakan tersebut perlu diikuti program konkret yang menjawab kebutuhan anggota. Perusahaan pers membutuhkan peningkatan kompetensi jurnalistik, penguasaan teknologi, penguatan manajemen usaha, dan pemahaman terhadap ketentuan hukum yang mengatur kerja jurnalistik.

Tanpa program yang terukur, organisasi berisiko berhenti pada kegiatan seremonial tanpa memberikan dampak berarti bagi peningkatan kualitas media di daerah.

Kolaborasi Tidak Boleh Menggerus Independensi

Pelantikan tersebut turut dihadiri Bupati Musi Rawas, jajaran pengurus AMKI Sumatera Selatan, organisasi perangkat daerah (OPD), perwakilan kepolisian, kejaksaan, Satpol PP, serta insan pers.

Kehadiran berbagai unsur tersebut membuka ruang komunikasi antara perusahaan media dan pemangku kepentingan daerah. Namun, hubungan kelembagaan itu harus tetap menempatkan kepentingan publik sebagai prioritas.

AMKI Musi Rawas perlu membuktikan perannya melalui program peningkatan kualitas pemberitaan, pelatihan jurnalistik, pengembangan inovasi digital, serta penguatan kapasitas perusahaan pers.

Organisasi juga perlu mendorong anggotanya menerapkan prinsip verifikasi, akurasi, keberimbangan, dan tanggung jawab dalam setiap pemberitaan. Langkah tersebut penting untuk menjaga kepercayaan masyarakat di tengah derasnya arus informasi digital.

Keberhasilan organisasi pers tidak semata-mata diukur dari kemegahan pelantikan atau banyaknya kegiatan seremonial. Ukuran yang lebih mendasar terletak pada kontribusinya dalam membangun perusahaan media yang profesional, meningkatkan kualitas informasi, dan menjaga kebebasan pers secara bertanggung jawab.

Dengan kepengurusan periode 2026–2031, AMKI Musi Rawas diharapkan mampu membangun ekosistem media yang sehat, inovatif, dan berdaya saing.

Kolaborasi dengan pemerintah tetap penting, tetapi independensi pers tidak boleh menjadi kompromi. Media harus tetap menjalankan fungsi kontrol sosial secara profesional, berani mengungkap persoalan publik berdasarkan fakta, dan menyajikan informasi yang akurat serta bermanfaat bagi masyarakat.

BACA JUGA:  Pos Tarup Satgas Yonif 751/VJS Gelar Kerja Bakti Bersama Warga

About The Author