Suara Inetizen

suarainetizen.com

FORMA SPPB UI Gelar Diskusi Dinamika Nilai dan Orientasi Seksual Generasi Muda

DEPOK, Suarainetizen.com — Forum Mahasiswa Stratejik Sekolah Pascasarjana Pembangunan Berkelanjutan Universitas Indonesia (FORMA SPPB UI) menggelar diskusi publik bertajuk “Dinamika Nilai dan Orientasi Seksual Generasi Muda: Perspektif Perubahan Sosial” di Balai Sidang Universitas Indonesia, Depok, Senin (21/9/2026).

Diskusi tersebut menjadi ruang akademik untuk membahas perubahan nilai dan dinamika sosial yang dihadapi generasi muda di tengah perkembangan teknologi, globalisasi, perubahan pola komunikasi, serta semakin terbukanya akses terhadap informasi.

Pembahasan mengenai orientasi seksual dalam forum tersebut ditempatkan dalam konteks yang lebih luas, antara lain sosial, budaya, demografi, pendidikan, serta perkembangan nilai di tengah masyarakat.

Ketua Umum FORMA SPPB UI, Rosabela Izza, S.Sos., mengatakan perkembangan teknologi, globalisasi, dan perubahan pola komunikasi turut memengaruhi cara generasi muda memahami diri, membangun relasi, serta memaknai nilai sosial.

Menurutnya, persoalan nilai dan orientasi seksual perlu dilihat secara multidimensional dengan mempertimbangkan berbagai aspek, seperti keluarga, pendidikan, agama, budaya, hukum, kesehatan, dan lingkungan sosial.

Ia juga menyoroti keterkaitan pembahasan tersebut dengan agenda pembangunan berkelanjutan, khususnya SDG 3, 4, 5, 10, dan 16. Melalui diskusi itu, FORMA SPPB UI berharap tersedia ruang akademik yang terbuka dan kritis untuk memahami perubahan sosial serta dinamika generasi muda dengan tetap menghargai keberagaman pandangan.

Dalam keynote speech, Direktur SPPB UI, Prof. Dr. Drs. Supriatna, M.T., menekankan pentingnya memahami perilaku dan relasi generasi muda berdasarkan data serta konteks sosial sebelum memberikan penilaian moral.

Ia juga menyoroti ruang digital sebagai salah satu agen sosialisasi yang turut memengaruhi perkembangan nilai dan perilaku generasi muda. Menurutnya, respons terhadap perubahan tersebut perlu mempertimbangkan konteks sosial dan budaya yang berkembang di masyarakat.

BACA JUGA:  Trinovi Khairani Sitorus: Waspadai Modus Deepfake dan Penipuan Berbasis Teknologi
Ket. FORMA SPPB UI menggelar diskusi publik tentang dinamika nilai dan orientasi seksual generasi muda di Balai Sidang UI, Depok, Senin (21/9/2026).

Diskusi menghadirkan lima narasumber dengan latar belakang dan perspektif yang berbeda.

Raden Roro Sri Agustini membahas dinamika nilai generasi muda dari perspektif perubahan sosial dan hak asasi manusia. Pembahasan mencakup pentingnya pemahaman terminologi, keamanan, martabat manusia, serta perlindungan di ruang digital.

Sementara itu, Dr. KH. Arif Fahrudin, M.Ag., membahas isu tersebut dari perspektif hukum Islam. Ia menekankan pentingnya pendekatan keagamaan yang edukatif dan humanis dalam menghadapi perubahan sosial serta perkembangan arus informasi digital.

Perspektif KOPRI disampaikan Wulan Sari, S.Si., M.I.Kom. Ia menekankan pentingnya penghormatan terhadap martabat manusia serta sikap yang tegas dalam nilai, santun dalam cara, dan manusiawi dalam memperlakukan sesama.

Dalam pembahasannya, sejumlah persoalan turut disoroti, antara lain stigma, kekerasan, consent, keamanan digital, serta perlindungan perempuan dan anak.

Dari perspektif psikologi, Muhammad Reiza, M.Psi., membahas perkembangan psikologi remaja, pembentukan identitas, perkembangan moral, pengambilan keputusan, regulasi emosi, serta sejumlah faktor yang dapat memengaruhi perilaku berisiko pada generasi muda.

Adapun Aldi Rizki Khoirudin, S.H., M.H., mengulas hubungan antara perubahan sosial, perubahan nilai, moralitas, dan sistem hukum. Ia menekankan pentingnya membedakan identitas, perbuatan, ekspresi, dan status dalam melakukan analisis hukum terhadap isu yang dibahas.

Sesi dialog bersama peserta kemudian memperlihatkan adanya beragam perspektif mengenai orientasi seksual dan perubahan nilai generasi muda.

Meski terdapat perbedaan pandangan, forum tersebut menyoroti pentingnya mencegah kekerasan serta membangun ruang dialog yang aman, akademis, kritis, dan bertanggung jawab.

Melalui kegiatan ini, FORMA SPPB UI juga mendorong penguatan literasi digital, kemampuan berpikir kritis, keamanan dan etika di ruang digital, perlindungan data pribadi, serta pencegahan kekerasan dan perundungan.

Kolaborasi antara perguruan tinggi, mahasiswa, akademisi, dan masyarakat dinilai penting untuk memahami perubahan sosial secara lebih komprehensif.

BACA JUGA:  Talk show 30 Tahun INDEF, Prof. Didik : Dari Obrolan Kecil Menjadi Motor Gagasan Ekonomi Nasional

Pada akhirnya, diskusi tersebut menempatkan pemahaman terhadap dinamika nilai generasi muda sebagai bagian dari perubahan sosial yang perlu dikaji secara kritis, objektif, dan kontekstual dengan tetap menghormati martabat setiap individu. (Red)

About The Author