PS PTPN III Juara Piala Presiden Zona Labuhanbatu 2026, Pembinaan Atlet Muda Perkebunan Tuai Hasil

Labuhanbatu – Pembinaan sepak bola usia dini yang dijalankan PTPN IV PalmCo melalui PS PTPN III membuahkan hasil. Tim junior PS PTPN III menjuarai Piala Presiden Zona Labuhanbatu 2026 setelah mengalahkan PS Bintara Muda dengan skor 5-3 pada partai final di Lapangan PTPN III Rantauprapat.

Kemenangan tersebut memastikan PS PTPN III mewakili Kabupaten Labuhanbatu pada putaran final tingkat Provinsi Sumatera Utara.

Skuad binaan pelatih Erwin Setiawan tampil efektif sepanjang pertandingan dan mampu mengamankan kemenangan hingga peluit akhir.

Prestasi itu memperkuat catatan positif pembinaan olahraga yang berlangsung di lingkungan perkebunan.

Program tersebut menyasar anak-anak karyawan maupun masyarakat sekitar wilayah operasional perusahaan.

Pembinaan berlangsung secara berkelanjutan melalui latihan rutin dan kompetisi berjenjang.

PTPN IV PalmCo memanfaatkan lapangan olahraga di kawasan emplasemen perkebunan sebagai pusat pengembangan atlet muda.

Model tersebut membuka kesempatan bagi anak-anak di wilayah nonperkotaan mengembangkan kemampuan sepak bola secara terarah.

Pembinaan Bakat dari Wilayah Perkebunan

Direktur Utama PTPN IV PalmCo, Jatmiko K. Santosa, menilai kawasan perkebunan menyimpan banyak talenta olahraga yang belum memperoleh akses pembinaan memadai.

Menurutnya, keterbatasan geografis sering menghambat atlet muda menampilkan kemampuan pada level kompetisi lebih tinggi.

“Kami memandang area emplasemen dan perkebunan sebagai lumbung talenta yang memiliki potensi besar jika dikelola dengan pola latihan yang tepat,” ujar Jatmiko.

Ia menjelaskan perusahaan berupaya menghadirkan sistem pembinaan yang disiplin dan berkesinambungan.

Melalui PS PTPN III, perusahaan membuka ruang bagi atlet muda mengikuti kompetisi hingga tingkat nasional.

Jatmiko menambahkan pembinaan juga memperkuat hubungan antara perusahaan dan masyarakat sekitar wilayah operasional.

Aktivitas olahraga bersama dinilai mampu membangun komunikasi, kebersamaan, dan semangat kolaborasi di lingkungan perkebunan.

BACA JUGA:  Penasihat Pemuda Demokrat Indonesia Sumut : Fitnah Terhadap Hasyim SE Harus Diakhir

Pendekatan tersebut juga memperluas kesempatan anak-anak desa memperoleh pengalaman bertanding secara kompetitif.

Konsistensi Prestasi Berbagai Kelompok Umur

Keberhasilan tim junior melanjutkan tradisi prestasi PS PTPN III dalam berbagai kompetisi regional.

Pada musim 2023, tim senior PS PTPN III meraih posisi runner-up Liga 3 Zona Sumatera Utara.

Tim tersebut juga menjadi runner-up cabang sepak bola pada ajang nasional BUMN Fest 2023.

Sementara itu, PS PTPN III U-15 sebelumnya menang telak 5-0 atas SSB Padang Bolak Julu pada Kompetisi Piala Soeratin Wilayah 3 Sumatera Utara.

Rangkaian prestasi tersebut menunjukkan pola pembinaan yang berlangsung secara berjenjang.

Klub terus mengembangkan atlet sejak usia dini hingga kelompok senior melalui program latihan yang konsisten.

Manajemen Perkuat Dukungan Institusional

Keberhasilan tim junior mendorong manajemen memperkuat dukungan terhadap keberlanjutan pembinaan.

Sebelumnya, pengurus dan orang tua atlet menopang sebagian kebutuhan operasional melalui swadaya.

Kini, PTPN IV PalmCo melakukan koordinasi internal untuk memperkuat dukungan melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL).

Arya menjelaskan manajemen telah menginstruksikan jajaran unit di Rantauprapat mengawal kebutuhan logistik tim menuju putaran final provinsi.

“Tanggung jawab kami di tingkat manajemen adalah memastikan semangat di akar rumput mendapatkan payung dukungan yang stabil dan berkelanjutan melalui program TJSL yang terukur,” ujar Arya.

Ia berharap dukungan tersebut membuat pelatih dan pengurus lebih fokus mempersiapkan aspek teknis serta mental bertanding para pemain.

Pembinaan olahraga yang konsisten tidak hanya melahirkan prestasi kompetitif, tetapi juga membuka peluang bagi generasi muda daerah mengembangkan potensi secara berkelanjutan.

Keberhasilan PS PTPN III menjadi bukti bahwa investasi pembinaan sejak usia dini mampu menciptakan atlet berdaya saing sekaligus memperkuat ekosistem olahraga di wilayah perkebunan.

BACA JUGA:  Tadarus Pagi Tempa Ketangguhan Brimob C

About The Author