Polemik Pakaian Mini Kibarkan Merah Putih di THM: Lebih Bahaya dari Korupsi Pejabat atau Tidak?

Ket : Perempuan Mini Kibarkan Bendera Merah Putih di THM Medan

Jakarta,SuaraINetizen.Com – 23 Agustus 2025, Belum lama ini media sosial dihebohkan dengan beredarnya video seorang perempuan berpakaian mini yang mengibarkan bendera Merah Putih di sebuah tempat hiburan malam (THM). Aksi tersebut memicu pro dan kontra di tengah masyarakat.

Di satu sisi, perempuan itu dianggap tidak pantas karena berpakaian mini di momen sakral kemerdekaan. Namun di sisi lain, ada yang menilai bahwa tindakannya tidak merugikan siapapun dan tetap mencerminkan kecintaan pada Indonesia.

Sementara itu, dalam waktu berdekatan, publik juga dikejutkan dengan ditetapkannya Immanuel Ebenezer alias Noel, Ketua Umum Jokowi Mania (Joman) sekaligus Wakil Menteri Ketenagakerjaan, sebagai tersangka kasus dugaan pemerasan terkait sertifikasi K3.

Noel terlihat mengenakan rompi oranye tahanan KPK dengan tangan diborgol, berbeda dengan sebelumnya ketika ia berjoget ria bersama Presiden Prabowo di Istana Negara pada peringatan HUT ke-80 RI.

Tak hanya Noel, beberapa pejabat lain juga ikut terjerat kasus korupsi lewat operasi tangkap tangan (OTT) KPK, di antaranya Topan Obaja Putra Ginting (TOP), orang dekat Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution; Abdul Azis, Bupati Kolaka Timur; dan Dicky Yuana Rady, Dirut PT Inhutani V.

Mini Bukan Korupsi

Fenomena perempuan berpakaian mini di THM menjadi sorotan, tetapi jika dibandingkan dengan kasus korupsi para pejabat, publik menilai bahwa pakaian mini bukanlah masalah besar.

“Pakaian mini tidak merugikan negara, berbeda dengan pejabat berjas dan berkebaya mahal yang merampas uang rakyat,” ujar Sutrisno Pangaribuan, Presidium Kornas dan PRIMA, Sabtu (23/8/2025).

Menurutnya, perempuan berpakaian mini yang mengibarkan bendera justru memberikan pelajaran berharga: cinta Indonesia tidak ditentukan oleh jenis pakaian, melainkan oleh ketulusan sikap dan perilaku.

BACA JUGA:  Minggu Depan, AMTARA Gelar Aksi Jilid II di KLHK, Desak Tuntaskan Konflik Lahan Negara dan Tanah Adat di Tapanuli Selatan

“Lebih baik berpakaian mini tapi mencintai negeri, daripada bersetelan rapi namun melakukan suap dan pemerasan,” tambahnya.

Refleksi Kemerdekaan

Polemik ini menjadi refleksi bagi masyarakat di peringatan HUT RI ke-80. Bahwa simbol cinta tanah air bisa hadir dari siapa saja, bahkan dari kalangan yang jauh dari lingkaran kekuasaan.

Sutrisno menegaskan, perempuan berpakaian mini itu justru lebih berharga bagi bangsa dibanding pejabat yang terseret kasus korupsi. “Dirgahayu Indonesia ke-80, merdeka untuk rakyat, bukan untuk para perampok uang negara,” tutupnya.

 

( Red )

About The Author