Ket : Chipta Perdana menjadi perbincangan di lingkungan PT PLN (Persero) setelah kariernya dinilai melesat dalam waktu relatif singkat sejak direkrut melalui jalur professional hire (pro hire) pada 2021.
SuaraINetizen.Com – Jakarta, Nama Chipta Perdana menjadi perbincangan di lingkungan PT PLN (Persero) setelah kariernya dinilai melesat dalam waktu relatif singkat sejak direkrut melalui jalur professional hire (pro hire) pada 2021.
Di bawah kepemimpinan Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, sejumlah kebijakan penempatan pejabat dan rekrutmen pro hire disebut menuai sorotan. Beberapa kalangan internal menilai terdapat nama-nama yang belum memiliki riwayat karier panjang di PLN namun mampu menduduki posisi strategis dalam waktu singkat.
Salah satu nama yang menjadi perhatian adalah Chipta Perdana, yang saat ini menjabat sebagai Direktur Electricity Related Business PLN Icon Plus.
Berdasarkan data yang dihimpun, alumni Magister Teknologi Informasi Universitas Indonesia (UI) tersebut bergabung dengan PLN pada 2021 melalui jalur pro hire. Saat pertama kali masuk, ia langsung dipercaya menempati posisi Vice President (VP) Digitalisasi Beyond kWh.
Kariernya kemudian terus menanjak. Pada 2022, Chipta dipercaya menduduki jabatan Executive Vice President (EVP) Management Digital (MDG). Tidak lama berselang, pada tahun yang sama, ia kembali memperoleh promosi dan ditunjuk sebagai Direktur Electricity Related Business di PLN Icon Plus.
Perjalanan karier yang terbilang cepat tersebut memunculkan berbagai spekulasi di kalangan internal perusahaan. Sejumlah pegawai mempertanyakan mekanisme promosi yang diterapkan, mengingat posisi-posisi strategis di PLN umumnya ditempuh melalui jenjang karier yang panjang.
“Kami yang berkarier dari bawah hanya bisa melihat. Mereka yang masuk melalui jalur tertentu justru bisa langsung menduduki posisi strategis,” ujar seorang pegawai PLN yang enggan disebutkan namanya.
Kekayaan Chipta Perdana
Berdasarkan data Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN), total kekayaan Chipta Perdana pada 2021 tercatat sebesar Rp4,84 miliar. Harta tersebut terdiri atas tanah dan bangunan di Jakarta Timur senilai Rp4,55 miliar, satu unit mobil dan dua unit sepeda motor senilai Rp175 juta, harta bergerak lainnya Rp45 juta, serta kas dan setara kas sebesar Rp73,3 juta.
Pada 2022, nilai kekayaannya meningkat menjadi Rp6,38 miliar. Kenaikan tersebut ditopang oleh nilai tanah dan bangunan yang tercatat sebesar Rp5 miliar serta kas dan setara kas yang mencapai Rp1,18 miliar.
Sementara pada 2023, total kekayaannya kembali meningkat menjadi Rp8,86 miliar. Rinciannya meliputi tanah dan bangunan senilai Rp5,5 miliar, alat transportasi Rp141,5 juta, harta bergerak lainnya Rp55 juta, serta kas dan setara kas sebesar Rp3,16 miliar.
Peningkatan karier dan pertumbuhan kekayaan tersebut menjadi perhatian sejumlah pihak yang mendorong agar proses rekrutmen, promosi jabatan, dan tata kelola sumber daya manusia di lingkungan PLN dilakukan secara transparan dan akuntabel.

More Stories
Bawaslu Jakarta Barat Asah Kapasitas Kehumasan Melalui Diskusi LenteraJAKARTA
BABINSA DAN BHABINKAMTIBMAS HADIRI TURUT MENSUKSESKAN “ANNIVERSARY FANS OF RHOMA AND SONETA KE 1” DI LAMPUNG TENGAH
Satgas Pamtas RI-PNG Kewilayahan Yonif 645/GTY Pos Kobakma Distrik Kobakma Kabupaten Membramo Tengah