BANDUNG – Ketua Umum DPP Barisan Muda Al-Ittihadiyah sekaligus pengurus Lembaga Wakaf Majelis Ulama Indonesia (MUI), Berry Kurniawan, mendorong pembentukan Global Fund untuk Palestina dan penguatan wakaf produktif sebagai langkah konkret mendukung perjuangan kemerdekaan rakyat Palestina.
Gagasan tersebut disampaikan dalam kegiatan terkait Global Sumud Flotilla yang berlangsung di Gedung Merdeka, Bandung, Jumat (23/10/2026). Berry menilai, dukungan terhadap Palestina perlu diwujudkan melalui gerakan solidaritas internasional yang terukur, berkelanjutan, dan memberikan dampak nyata bagi kehidupan masyarakat.
Menurut Berry, dukungan terhadap Palestina tidak cukup hanya melalui pernyataan solidaritas dan bantuan kemanusiaan jangka pendek. Diperlukan pula sistem pendanaan yang berkelanjutan untuk mendukung pemberdayaan ekonomi, pemenuhan kebutuhan dasar, dan pembangunan infrastruktur yang menunjang kemandirian masyarakat Palestina.
Salah satu langkah yang dinilai perlu dikembangkan adalah pembentukan Global Fund untuk Palestina, yakni mekanisme pendanaan solidaritas lintas negara yang dikelola secara profesional, transparan, dan akuntabel.
Dorong Wakaf Produktif untuk Palestina
Selain pendanaan global, Berry menilai wakaf produktif berpotensi menjadi instrumen strategis untuk memperkuat dukungan jangka panjang bagi rakyat Palestina.
Melalui pengelolaan wakaf yang profesional, sesuai prinsip syariah dan ketentuan hukum yang berlaku, dana umat dapat diarahkan untuk mendukung program-program produktif yang menjawab kebutuhan masyarakat.
Beberapa program yang dapat dikembangkan antara lain pembangunan pabrik roti untuk memperkuat ketahanan pangan sekaligus membuka peluang kerja, penyediaan fasilitas sanitasi dan akses air bersih untuk meningkatkan kualitas kesehatan, serta pembangunan infrastruktur ramah energi sesuai kebutuhan di lapangan.
Menurut Berry, program tersebut perlu dirancang berdasarkan kebutuhan nyata masyarakat Palestina, dengan memperhatikan kondisi keamanan, akses pelaksanaan, dan keberlanjutan manfaatnya.
Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi antara organisasi kepemudaan, lembaga wakaf, organisasi kemanusiaan, dunia usaha, akademisi, dan mitra internasional.
Kolaborasi tersebut diharapkan mampu memastikan setiap program memiliki sasaran yang jelas, indikator keberhasilan yang terukur, mekanisme pengawasan yang kuat, serta laporan penggunaan dana yang transparan kepada para pemangku kepentingan.
Dukungan Internasional dan Peran Pemuda
Dalam konteks perjuangan Palestina, Berry juga menyoroti pentingnya dukungan internasional dan peran generasi muda dalam membangun gerakan solidaritas yang lebih terorganisasi.
Pandangan tersebut sejalan dengan pernyataan Sudarnoto, Ketua Bidang Hubungan Luar Negeri dan Kerja Sama Internasional Majelis Ulama Indonesia (MUI), yang menyoroti dinamika moral, diplomatik, dan politik internasional terkait Palestina.
Sudarnoto menyampaikan optimisme terhadap peluang kemerdekaan Palestina seiring meningkatnya dukungan internasional terhadap hak dan kedaulatan rakyat Palestina.
“Rasa-rasanya kemerdekaan Palestina tidak lama lagi, tanda-tandanya sudah ada. Paling tidak per hari ini dalam pembacaan saya, Amerika dan Israel, khususnya dua negara ini, sudah tersingkir,” ujar Sudarnoto.
Ia juga menyampaikan bahwa lebih dari 157 negara anggota Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) telah memberikan dukungan resmi bagi Palestina.
Pernyataan tersebut menggambarkan optimisme terhadap perkembangan dukungan internasional. Namun, perjuangan menuju kemerdekaan Palestina tetap membutuhkan langkah diplomatik, dukungan kemanusiaan, dan upaya berkelanjutan dari berbagai pihak.
Bagi Berry, pemuda Indonesia memiliki peluang untuk mengambil peran lebih besar melalui pengembangan inovasi sosial, penguatan filantropi, dan perluasan kerja sama internasional.
Pemuda, menurutnya, tidak cukup hanya menyuarakan aspirasi, tetapi juga perlu terlibat dalam membangun sistem dukungan yang dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat Palestina.
Transparansi dan Keberlanjutan Jadi Kunci
Berry menegaskan, keberhasilan dukungan bagi Palestina tidak hanya ditentukan oleh besarnya dana yang terkumpul, tetapi juga oleh kualitas pengelolaan, ketepatan sasaran, dan keberlanjutan program.
Karena itu, pengembangan Global Fund dan wakaf produktif perlu disertai tata kelola yang amanah, transparan, serta dapat dipertanggungjawabkan. Pengawasan dan pelaporan yang jelas juga diperlukan untuk menjaga kepercayaan masyarakat dan para mitra pendukung.
Melalui pendekatan tersebut, solidaritas masyarakat Indonesia dan komunitas internasional diharapkan dapat berkontribusi lebih luas terhadap pemenuhan kebutuhan dasar, penguatan ketahanan ekonomi, dan peningkatan kualitas hidup rakyat Palestina.
Penguatan pendanaan global dan wakaf produktif pun diharapkan menjadi bagian dari upaya jangka panjang untuk mendukung perjuangan kemerdekaan serta mewujudkan kehidupan yang bermartabat bagi rakyat Palestina.

More Stories
Rocky Gerung dan Asep Kususanto Bahas Ideologi Gen Z serta Partisipasi Publik
SPNMI Dukung Kakorlantas Polri Perkuat Penegakan ODOL, Target Zero ODOL 2027
Komjen Pol Suyudi Ario Seto Jadi Kapolri, PB SPMNI Harap Polri Terus Maju dan Dekat dengan Rakyat