SuaraINetizen.Com – Jakarta20 Juli 2026, Aktivis Pemuda Nasional Benny Ario mengajak seluruh pihak untuk menyikapi secara bijaksana polemik yang melibatkan Anggota DPRD Riau, Parisman Ihwan. Menurutnya, persoalan tersebut tidak perlu terus diperpanjang karena yang bersangkutan telah menunjukkan iktikad baik dengan menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada masyarakat.
Benny mengatakan, dalam kehidupan demokrasi setiap pejabat publik memang tidak luput dari kritik dan evaluasi. Namun demikian, kritik harus tetap ditempatkan dalam koridor yang proporsional serta memberikan ruang bagi seseorang untuk bertanggung jawab atas kekeliruan yang telah terjadi.
“Pak Parisman Ihwan telah menyampaikan permohonan maaf secara terbuka. Saya menilai itu merupakan bentuk tanggung jawab moral sekaligus penghormatan kepada masyarakat. Sikap tersebut patut diapresiasi dan menjadi alasan untuk tidak terus memperpanjang polemik yang ada,” ujar Benny Ario, Senin (20/7/2026).
Menurutnya, budaya saling menghujat dan terus menggiring opini negatif setelah adanya permintaan maaf tidak akan memberikan manfaat bagi masyarakat maupun bagi upaya memperbaiki kualitas demokrasi. Justru, kata dia, yang lebih penting adalah menjadikan peristiwa tersebut sebagai bahan evaluasi agar tidak kembali terulang di kemudian hari.
Benny menegaskan bahwa masyarakat tentu menginginkan wakil rakyat yang mampu menjaga etika, mengedepankan kedewasaan dalam menyelesaikan perbedaan pendapat, serta tetap fokus menjalankan fungsi legislasi, pengawasan, dan penganggaran untuk kepentingan publik. Karena itu, ia berharap seluruh anggota DPRD Riau dapat mengambil pelajaran dari peristiwa tersebut.
Di sisi lain, Benny juga mengajak semua pihak menghormati mekanisme internal DPRD Riau apabila masih terdapat proses yang harus dijalankan oleh Badan Kehormatan. Menurutnya, proses etik merupakan kewenangan lembaga dan harus berjalan secara independen tanpa tekanan maupun penghakiman dari ruang publik.
“Kita harus bisa membedakan antara proses etik yang menjadi kewenangan lembaga dengan opini yang terus digiring di ruang publik. Biarkan mekanisme berjalan sesuai aturan, sementara masyarakat juga perlu menghargai sikap kesatria yang telah ditunjukkan melalui permintaan maaf,” katanya.
Lebih lanjut, Benny menilai setiap pemimpin maupun pejabat publik berpotensi melakukan kekhilafan. Yang terpenting adalah adanya keberanian untuk mengakui kesalahan, meminta maaf kepada publik, dan berkomitmen memperbaiki diri. Menurutnya, sikap seperti itu merupakan bagian dari akuntabilitas yang perlu dihormati dalam kehidupan berdemokrasi.
“Jangan sampai ruang publik hanya dipenuhi narasi yang memperkeruh suasana. Bangsa ini membutuhkan semangat untuk saling mengingatkan, memperbaiki, dan melangkah ke depan. Ketika seseorang telah mengakui kekeliruannya dan meminta maaf, maka sudah sepatutnya kita memberikan ruang untuk memperbaiki diri,” tegasnya.
Benny berharap polemik tersebut segera berakhir sehingga DPRD Riau dapat kembali fokus menjalankan tugas konstitusionalnya dalam memperjuangkan aspirasi masyarakat dan mengawal pembangunan daerah. Menurutnya, kepentingan rakyat harus tetap menjadi prioritas utama dibandingkan polemik yang berkepanjangan.
“Permintaan maaf telah disampaikan kepada publik. Mari kita hormati sikap tersebut dan mengedepankan semangat membangun daripada terus memperpanjang polemik. Yang paling penting ke depan adalah bagaimana seluruh wakil rakyat menjaga etika, meningkatkan kinerja, serta membuktikan komitmennya melalui kerja nyata untuk masyarakat,” tutup Benny Ario.

More Stories
Dugaan Pemalsuan Identitas dari Nama Nursiah Menjadi Kamariah di Desa Aeng Towa, Masih Menjadi Sebuah Misteri
GNI Ajak Masyarakat Tak Abaikan Rekam Jejak Febrie Adriansyah dalam Pemberantasan Korupsi
Di Tengah Penyidikan Dugaan Pencabulan, Terlapor Justru Laporkan Keluarga Korban, Muncul Pertanyaan soal Prioritas Penanganan Perkara