Dianggap Gagal, Guru Besar Ganti Kapolri

Krt :Prof. Henri Subiakto, Guru Besar FISIP Universitas Airlangga

SuaraINetizen.ComOpini, Oleh: Prof. Henri Subiakto, Guru Besar FISIP Universitas Airlangga

Jangan sakiti rakyat. Jangan pongah di depan rakyat. Jangan arogan pada Rakyat. Rakyat itu tiap saat perhatian dan mengawasi perilaku pemegang kekuasaan. Sekali salah bertindak, tindakan itu akan nyebar dan jadi bahan perbincangan.

Apa yang terjadi dengan aksi polisi saat nangani demo, dalam hitungan menit langsung nyebar. Begitupun Kejadian Brimob melindas ojol, atau polisi nempeleng demonstran, langsung nyebar jadi pemicu kemarahan.

Di era medsos penularan dan kemarahan kolektif itu bisa muncul begitu cepat. Perilaku arogansi oknum polisi, tidak bisa sembunyi dari kamera masyarakat. Drama kekerasan di medsos bisa jadi pemicu kemarahan dan antipati.

Polisi dianggap sebagai alat penguasa yang hanya membela struktur politik dan ekonomi, tapi represi pada rakyat sendiri. Padahal penguasa kebijakannya dirasa jauh dari empati dan demokrasi. Terkesan meremehkan kritikan, hingga perilaku penuh kepalsuan.

Sekarang terjadi akumulasi kekecewaan. Rakyat kecewa keadaan ekonomi yang terpuruk. Pengangguran yang menumpuk. Harga kebutuhan yang melambung. Ditambah adanya tontonan arogansi dan kekejaman aparat. Membuat keadaan memanas.

Tak heran jika rakyat terutama anak muda jadi mudah terprovokasi ikut demo yang kadang anarkis. Walau dikatakan tidak memiliki isu politik yg signifikan. Tidak memiliki tokoh penanggung jawab dan agenda yg nampak jelas, tapi demonya berlangsung massif dan agresif.

Sepertinya para peserta unjuk rasa yang mayoritas generasi muda punya karakter tersendiri dengan agenda beragam sesuai kemarahan, kegeraman terhadap keadaan yang mereka rasakan tanpa peduli penilaian.

Sedang elit politik gak paham pada apa yang dirasa kaum muda yang sensitif pada isu sosial. Isu kesenjangan. Ketidakadilan dan Pengangguran. Lebih sensitif lagi dengan tindakan aparat yang melakukan kekerasan.

BACA JUGA:  Rektor USU Muryanto Amin Diminta Hadiri Panggilan KPK Terkait Kasus Korupsi Topan Ginting

Mereka muak lihat elit politik yang lekat dengan hidup mewah dan penyalahgunaan kekuasaan. Muak juga melihat polisi yang arogan dan represif, dan melakukan kekerasan. Inilah yang menambah akumulasi kemarahan yang bisa menggerakkan demo demo yang lebih massif.

Mereka sudah frustrasi dengan manipulasi politik. Frustrasi dengan kesulitan ekonomi. Frustrasi dengan arogansi politisi. Ditambah makin frustrasi saat menyaksikan arogansi polisi.

Hal itu mematangkan keadaan. Memanasi daun kering yang siap terbakar. Sementara Presiden Prabowo masih jauh dari sensitivitas pada keadaan ini. Masih terkesan bertindak business as usual.

Prabowo mengabaikan kemarahan, kekesalan dan frustrasi rakyat. Kesannya meremehkan demo yang begitu mudah menarik ribuan massa. Meremehkan kesalahan kecil yang dilakukan aparat. Hingga ada yang meninggal secara dramatis dilindas mobil rantis. Ini bisa jadi pemicu yang sangat berbahaya. Bisa jadi titik awal demo demo besar yang lebih massif.

Terutama jika kekesalan dan kemarahan rakyat tidak direspon dengan tepat oleh presiden.

Sekarang Prabowo jangan sampai memberikan statemen yg terkesan meremehkan kemarahan rakyat. Prabowo harus berani melakukan tindakan besar. Yaitu tegas mengganti Kapolri yang jelas jelas gagal meredam kekerasan. Kapolri harus diganti karena dialah yg bertanggung jawab atas kerja anak buahnya yang gagal menangani demo secara memadahi.

Jangan biarkan daun kering yang siap terbakar itu benar benar membakar apa saja yang bisa terbakar. Jangan biarkan rakyat yang sudah marah melampiaskan kemarahannya pada apa saja yang merepresentasikan pemerintah dan penguasa.

Sekarang semua tergantung Prabowo. Akankah masih asyik dengan lingkungan kecilnya yang penuh puja puji dengan data data yang membuat terlena, atau bersedia melihat lebih luas keadaan masyarakat yang sudah marah. Keadaan yang berpotensi memburuk dengan berbagai kemungkinan.

BACA JUGA:  Anggota BKO: Kami Berkerja Sesuai SOP, Bantah Pemberitaan Pemukulan Anggota BRIMOB di PT MMJ

Kalau Prabowo tak berani tegas mengganti Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo keadaan kedepan sulit diprediksi. Bisa jadi perubahannya justru menyasar ke Prabowo sendiri. Dia benar-benar bisa diturunkan seperti skenario yang dikhawatirkan banyak orang. Wake up Prabowo.

 

( Red )

About The Author