Pemuda Demokrasi Kebangsaan Dukung KPK, Jadikan OTT Wamenaker Momentum Revolusi Moral

Ket. Ketua Umum PDK Reza Fahrur Sam

Jakarta, Suarainetizen.com – Operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap Wakil Menteri Ketenagakerjaan menjadi sorotan publik. Bagi Pemuda Demokrasi Kebangsaan (PDK), kasus ini bukan sekadar berita mengejutkan, melainkan cermin pahit bahwa bangsa Indonesia masih terus diuji oleh penyakit lama: korupsi di lingkaran kekuasaan.

Ketua Umum PDK, Reza Fahrur Sam, menegaskan bahwa kasus ini jangan hanya dipandang sebagai aib nasional. Menurutnya, OTT tersebut harus menjadi momentum berbenah bagi pejabat negara sekaligus bukti bahwa hukum di Indonesia tidak pandang bulu.

“Kami berdiri mendukung penuh langkah KPK. Momentum ini harus menyadarkan bahwa jabatan adalah amanah, bukan ladang dagang. Kami menuntut transparansi, percepatan proses hukum tanpa kompromi, dan mengajak generasi muda menjadikan antikorupsi sebagai gaya hidup baru, bukan sekadar slogan,” ujar Reza dalam pernyataannya, Jumat (22/8/2025).

Reza menilai, OTT terhadap pejabat negara seharusnya tidak membuat rakyat putus asa. Sebaliknya, hal itu bisa menjadi pemicu semangat baru dalam membangun Indonesia yang lebih bersih.

“Bangsa yang besar adalah bangsa yang berani mengobati penyakitnya sendiri. Pemuda yang hebat adalah pemuda yang menolak tunduk pada budaya suap dan kolusi,” tegas Reza.

Lebih jauh, Reza menyerukan agar Presiden RI menjadikan kasus ini sebagai tonggak revolusi moral di tubuh birokrasi. Dengan begitu, masyarakat tidak lagi dibebani dosa korupsi elit, dan kepercayaan rakyat terhadap negara semakin menguat.

“Kami tidak sekadar mengecam, tapi siap menjadi bagian dari solusi. PDK hadir sebagai suara anak muda yang berani, bersih, dan berpihak pada masa depan,” tutup Reza.

About The Author

BACA JUGA:  Universitas Paramadina Resmi Memiliki Kampus Baru di Kawasan Cipayung