Jakarta – PTPN IV PalmCo memperkuat pemberdayaan masyarakat dan pengamanan perkebunan untuk menekan pencurian TBS yang berdampak terhadap petani, pekerja, dan aset negara.
Hingga Agustus 2026, PTPN IV PalmCo merealisasikan pendanaan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) sebesar Rp26,67 miliar.
Perusahaan mengalokasikan lebih dari 64 persen dana tersebut untuk pembangunan fasilitas dan pemberdayaan masyarakat sekitar wilayah operasional.
Langkah itu menjadi bagian dari strategi perusahaan membangun hubungan produktif dengan masyarakat sekaligus memperkuat kepedulian terhadap aset perkebunan.
Program TJSL mencakup pengembangan ekonomi masyarakat, pendidikan, kesehatan, fasilitas sosial, keagamaan, serta pemberdayaan pelaku usaha lokal.
Melalui program tersebut, perusahaan membina enam Industri Kecil dan Menengah (IKM) di wilayah Sumatera Utara dan Riau.
Hingga Juni 2026, PTPN IV PalmCo juga memberikan bantuan kepada lebih dari 1.000 anak yatim dan dhuafa.
Perusahaan turut mendukung perbaikan 16 rumah ibadah dan mushala di berbagai wilayah operasional perkebunan.
Direktur Utama PTPN IV PalmCo Jatmiko K. Santosa mengatakan perusahaan ingin masyarakat merasakan manfaat langsung dari keberadaan perkebunan.
“Bagi kami, salah satu hal terpenting adalah keberadaan perusahaan memberikan manfaat serta membuka ruang bagi masyarakat sekitar untuk tumbuh bersama,” ujar Jatmiko.
Menurut Jatmiko, perusahaan tidak hanya mengejar produktivitas, tetapi juga membangun komunikasi dengan masyarakat sekitar wilayah perkebunan.
“Karena itu, kami memperkuat program TJSL dan pemberdayaan ekonomi masyarakat, sekaligus membangun komunikasi dan sinergi dengan masyarakat di sekitar kebun,” katanya.
Jatmiko berharap peningkatan akses ekonomi dapat memperkuat kemandirian masyarakat dan menumbuhkan rasa memiliki terhadap lingkungan perkebunan.
“Ketika masyarakat memiliki akses terhadap kegiatan ekonomi dan merasakan manfaat dari keberadaan perusahaan, kami berharap tumbuh rasa memiliki,” jelasnya.
Pengamanan Aset Berbasis Data
Di sisi lain, PTPN IV PalmCo memperkuat pengamanan aset dengan menggabungkan pendekatan sosial, kelembagaan, dan pemanfaatan teknologi.
Direktur Hubungan Kelembagaan PTPN IV Arya Sandhiyudha mengatakan perusahaan menyesuaikan pengawasan berdasarkan data dan kondisi nyata di lapangan.
“Jadi, pendekatannya tidak tunggal. Ada aspek sosial melalui TJSL dan pemberdayaan masyarakat,” ujar Arya.
Perusahaan juga membangun sinergi dengan pemerintah dan aparat penegak hukum untuk menjaga aset negara di wilayah perkebunan.
“Ada sinergi kelembagaan dengan pemerintah serta aparat penegak hukum, dan ada penguatan sistem pengawasan melalui teknologi,” katanya.
Arya menilai persoalan keamanan dan agraria membutuhkan kolaborasi lintas lembaga agar penanganannya tidak berjalan sendiri-sendiri.
“Masalah pengamanan aset negara ini tidak bisa ditangani secara parsial,” tegas Arya.
PTPN IV PalmCo bekerja sama dengan TNI, Polri, dan Kejaksaan Tinggi dalam langkah preventif serta penegakan hukum.
Kolaborasi itu juga mencakup pengawalan legalitas Hak Guna Usaha (HGU) bersama ATR/BPN serta pencegahan potensi gesekan sosial.
Menurut Arya, perusahaan berupaya mempersempit celah yang dapat dimanfaatkan pihak tertentu untuk merugikan negara.
“Ruang gerak bagi oknum yang secara terstruktur merugikan negara harus dipersempit,” ujarnya.
Arya menyebut pencurian TBS tidak hanya berdampak terhadap perusahaan, tetapi juga petani, pekerja, dan pemanen sawit.
“Yang mereka curi bukan hanya TBS, melainkan masa depan keluarga petani,” katanya.
Dia juga mengklaim terdapat kelompok yang menjalankan pencurian secara terorganisasi serta pihak yang berperan sebagai penampung.
Arya menyebut sebagian pelaku masih muda, bergerombol, dan dalam sejumlah kasus bertindak agresif.
Namun, dugaan mengenai jaringan pelaku maupun penampung tetap memerlukan pembuktian melalui proses hukum sesuai ketentuan.
Kehilangan TBS Tercatat 0,0392 Persen
Penguatan pengamanan berjalan bersamaan dengan pemantauan kehilangan TBS melalui sistem berbasis data.
Berdasarkan data Kinerja Pengamanan TBS PTPN IV hingga Agustus 2026, tingkat kehilangan tercatat sebesar 0,0392 persen.
Angka tersebut berasal dari total produksi TBS yang mencapai 4,97 juta ton.
Khusus Agustus 2026, perusahaan mencatat kehilangan TBS sebesar 270 ton.
Menurut data perusahaan, angka tersebut menjadi volume kehilangan terendah sepanjang tahun berjalan.
Data kehilangan tersebut menjadi salah satu dasar evaluasi perusahaan terhadap sistem pengamanan di wilayah operasional.
PTPN IV PalmCo kemudian memadukan pemberdayaan masyarakat, penguatan kelembagaan, penegakan hukum, dan pengawasan berbasis teknologi.
Pendekatan tersebut diarahkan untuk menjaga aset negara sekaligus memastikan masyarakat memperoleh manfaat ekonomi dari keberadaan perusahaan.
Jatmiko menegaskan keberlanjutan operasional membutuhkan hubungan yang harmonis dengan masyarakat serta pengelolaan aset secara bertanggung jawab.
Karena itu, perusahaan terus mengembangkan program sosial dan ekonomi yang melibatkan masyarakat sekitar wilayah perkebunan.
Pada saat bersamaan, PTPN IV PalmCo mempertahankan sistem pengamanan berbasis data untuk mengantisipasi kehilangan TBS.
Melalui dua pendekatan tersebut, perusahaan berupaya menjaga produktivitas perkebunan sekaligus memperkuat hubungan sosial dengan masyarakat sekitar.

More Stories
Pencurian Sawit Ancam Petani, Pekerja, dan Iklim Usaha Perkebunan
Kepergok Bawa Motor Tanpa Plat, Pelarian Terduga Pelaku Curanmor Berakhir di Poris
PTPN IV PalmCo Dampingi PSR 49 Ribu Hektare Sawit Rakyat