Suarainetizen.com, Jakarta — Komitmen Badan Narkotika Nasional (BNN) RI dalam memerangi peredaran gelap narkotika kembali dibuktikan. Di bawah kepemimpinan Kepala BNN RI, Komjen Pol Suyudi Ario Seto, aparat berhasil membongkar jaringan narkoba internasional yang menggunakan modus penyamaran baru, yakni narkotika cair yang dikemas menyerupai cairan vape serta sachet minuman energi.
Pengungkapan tersebut dilakukan di sebuah apartemen kawasan Ancol, Jakarta Utara, pada Selasa (6/1/2026). Operasi ini mengungkap praktik laboratorium narkoba yang melibatkan jaringan lintas negara.
Deputi Bidang Pemberantasan Narkotika BNN, Brigjen Pol Budi Wibowo, menjelaskan bahwa dalam penggerebekan tersebut petugas mengamankan empat tersangka yang terdiri dari warga negara asing dan warga negara Indonesia. Keempatnya memiliki peran berbeda dalam jaringan tersebut.
“Para tersangka memiliki peran sebagai kurir, peracik, hingga penyandang dana dalam operasi narkotika ini,” ungkap Budi.
Keberhasilan ini menuai apresiasi dari berbagai elemen masyarakat. Ketua Umum Serikat Pemuda Nusantara Muslim Indonesia, Banter Adis Munandar, menilai langkah BNN mencerminkan keseriusan dan soliditas aparat dalam menjalankan agenda nasional pemberantasan narkoba melalui program War on Drugs For Humanity.
Menurut Adis, kepemimpinan Komjen Pol Suyudi Ario Seto telah menunjukkan arah yang jelas dalam memutus mata rantai peredaran narkotika, khususnya yang melibatkan sindikat internasional dengan pola kejahatan yang semakin canggih.
“Langkah cepat dan terukur yang dilakukan BNN menjadi bukti nyata bahwa negara hadir melindungi rakyatnya dari ancaman narkoba,” ujar Adis dalam pernyataan tertulis di Jakarta, Kamis (8/1/2026).
Ia juga menekankan bahwa keberhasilan tersebut tidak lepas dari sinergi lintas lembaga, termasuk Bea Cukai, Direktorat Jenderal Imigrasi, serta unsur penegak hukum lainnya yang bekerja secara terpadu.
Lebih lanjut, Adis mengingatkan bahwa peredaran narkoba bukan sekadar persoalan hukum, tetapi ancaman serius bagi ketahanan nasional. Narkotika, kata dia, berpotensi merusak sendi moral bangsa dan menghancurkan masa depan generasi muda.
“Pemberantasan narkoba harus dilakukan secara konsisten dan tanpa kompromi, karena dampaknya sangat luas bagi keberlangsungan bangsa,” tegasnya.
Ia menilai langkah BNN sejalan dengan program P4GN serta visi Asta Cita Presiden RI Prabowo Subianto, khususnya dalam penguatan reformasi hukum dan perlindungan generasi penerus.
Adis pun mendorong agar BNN bersama Polri terus meningkatkan intensitas penindakan dan pencegahan, dengan mengedepankan kerja sama antarlembaga dan partisipasi masyarakat.
“Perang melawan narkoba adalah tugas bersama. Apa yang dilakukan BNN hari ini adalah fondasi penting dalam menjaga masa depan Indonesia,” pungkasnya.

More Stories
Pengamat Puji Kakorlantas Polri, e-TLE Drone Perkuat Transparansi dan Keselamatan Jalan Raya
PP KAMMI Nilai Pilkada oleh DPRD Langgar Konstitusi dan Persempit Kedaulatan Rakyat
Rayakan Tahun Baru 2026 : Presiden Prabowo Bersama Korban Banjir di Batang Toru Tapanuli Selatan