Jakarta – PTPN IV PalmCo mencatat dukungan terhadap Peremajaan Sawit Rakyat mencapai 49.077,94 hektare sejak 2024 hingga Agustus 2026.
Dukungan tersebut mencakup pendampingan teknis, penyediaan bibit unggul, hingga kepastian penyerapan Tandan Buah Segar petani.
Khusus hingga Agustus 2026, PalmCo mendukung pelaksanaan PSR seluas 12.395,99 hektare di berbagai wilayah operasional perusahaan.
Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya perusahaan memperkuat produktivitas kebun rakyat sekaligus menjaga keberlanjutan industri sawit nasional.
PalmCo menjalankan dukungan melalui kemitraan langsung dengan petani serta mengambil peran sebagai offtaker hasil kebun rakyat.
Dalam kemitraan tersebut, perusahaan mendampingi petani sejak pemenuhan administrasi hingga penerbitan rekomendasi teknis atau Rekomtek.
Selanjutnya, PalmCo menyediakan bibit unggul dan memberikan pendampingan teknis agar petani menerapkan praktik budi daya perkebunan yang baik.
Pendekatan itu bertujuan meningkatkan produktivitas kebun setelah tanaman sawit tua menjalani proses peremajaan.
Pendampingan PSR Menjangkau Hulu hingga Hilir
Tidak hanya memperkuat aspek hulu, PalmCo juga menghubungkan program PSR dengan kepastian pasar melalui fungsi sebagai offtaker.
Perusahaan menyerap TBS dari kebun PSR rakyat yang memperoleh rekomendasi kementerian atau dinas terkait.
Dengan mekanisme tersebut, petani memperoleh akses pasar ketika tanaman hasil peremajaan mulai memasuki masa produksi.
PalmCo menyatakan penyerapan TBS berjalan secara adil dan transparan berdasarkan skema kemitraan yang diterapkan perusahaan.
Ketua Dewan Pengawas Badan Pengelola Dana Perkebunan, Dida Gardera, mengatakan pemerintah terus mempercepat pelaksanaan PSR secara nasional.
Pemerintah menargetkan penyaluran PSR mencapai 50.000 hektare sepanjang 2026.
Menurut Dida, percepatan tersebut penting untuk menjaga produktivitas kebun rakyat serta kesinambungan produksi sawit nasional.
Selain itu, program peremajaan turut mendukung upaya mempertahankan posisi Indonesia dalam rantai pasok sawit global.
Hingga kini, PalmCo aktif mengelola kemitraan PSR dengan cakupan kebun rakyat mencapai 19.476 hektare.
Kemitraan tersebut melibatkan lebih dari 9.000 petani di berbagai wilayah operasional perusahaan.
PalmCo Perkuat Peran sebagai Mitra Petani
Direktur Utama PTPN IV PalmCo Jatmiko K. Santosa mengatakan perusahaan menempatkan pendampingan petani sebagai bagian dari keberlanjutan industri sawit.
Menurut Jatmiko, perusahaan perlu hadir sebagai mitra teknis sekaligus offtaker untuk membangun ekosistem sawit yang sehat.
“Kami menegaskan komitmen untuk tumbuh bersama petani sawit rakyat melalui kemitraan yang transparan, produktif, saling menguntungkan, dan berkelanjutan,” kata Jatmiko.
Ia menjelaskan pendampingan membuka akses petani terhadap standar praktik pertanian yang baik atau Good Agricultural Practices.
Pada sisi hilir, peran offtaker membantu PalmCo menjaga kontinuitas pasokan TBS untuk memenuhi kebutuhan operasional pabrik.
“Bagi PalmCo, kebun rakyat yang produktif dan dikelola secara baik akan memperkuat kontinuitas pasokan TBS sawit,” ujar Jatmiko.
“Sekaligus menjaga kualitas bahan baku yang masuk ke pabrik,” lanjutnya.
Karena itu, PalmCo mengintegrasikan peremajaan kebun dengan peningkatan produktivitas serta kebutuhan pasokan bahan baku industri.
Petani Mendorong Kepastian Setelah Peremajaan
Ketua Umum Asosiasi Petani Kelapa Sawit Perusahaan Inti Rakyat, Setiyono, mengapresiasi kesinambungan kemitraan yang dijalankan PalmCo.
Menurut Setiyono, pendampingan teknis dan jaminan penyerapan hasil memberikan kepastian lebih luas bagi petani dalam menjalankan PSR.
“Bagi kami para petani sawit, Program Peremajaan Sawit Rakyat bukan sekadar program untuk mengganti tanaman tua dengan tanaman baru,” ungkap Setiyono.
“Lebih dari itu, PSR adalah harapan baru bagi petani,” lanjutnya.
Setiyono menilai keberhasilan PSR tidak cukup hanya mengukur proses penanaman kembali tanaman sawit yang sudah tua.
Program tersebut juga perlu menghasilkan kebun produktif, pasar yang mampu menyerap panen, serta peningkatan kesejahteraan keluarga petani.
Selain itu, penguatan kelembagaan koperasi menjadi faktor penting untuk memperkuat posisi petani dalam ekosistem sawit.
Karena itu, kemitraan perlu berjalan konsisten sejak proses peremajaan hingga kebun kembali menghasilkan TBS.
PalmCo menyatakan akan melanjutkan kemitraan dengan petani sebagai bagian dari strategi bisnis jangka panjang perusahaan.
Perusahaan juga mendorong sinergi dengan kementerian terkait, pemerintah daerah, BPDP, serta organisasi petani.
Sinergi tersebut diarahkan untuk memperluas pelaksanaan PSR sekaligus memperkuat pendampingan teknis bagi pekebun rakyat.
Melalui pola tersebut, PalmCo menghubungkan peremajaan tanaman dengan produktivitas, kepastian pasar, dan keberlanjutan pasokan industri.
Adapun angka 49.077,94 hektare merupakan akumulasi dukungan PalmCo sejak 2024 hingga Agustus 2026.
Sementara itu, cakupan 12.395,99 hektare menunjukkan dukungan perusahaan khusus sepanjang 2026 hingga Agustus.
Adapun 19.476 hektare merupakan cakupan kebun rakyat yang saat ini masuk dalam kemitraan PSR aktif PalmCo.

More Stories
PTPN IV PalmCo Ekspor 37,2 Ton Kopi Arabika ke Amerika Serikat
Ukir Senyum Mama-Mama Papua, Satgas Yonif 645/GTY Beli Hasil Bumi di Distrik Kelila
Akulaku Group Salurkan Bantuan Pangan untuk Korban Gempa NTT