Suara Inetizen

suarainetizen.com

PTPN IV PalmCo Ekspor 37,2 Ton Kopi Arabika ke Amerika Serikat

Jakarta – PTPN IV PalmCo kembali memperkuat pasar ekspor kopi arabika dengan mengirim 37,2 ton produk ke Amerika Serikat pada Agustus 2026.

Pengiriman tersebut menjadi langkah awal perusahaan memasuki musim panen kopi 2026 sekaligus menjaga akses produk perkebunan Indonesia ke pasar global.

Melalui Kerja Sama Operasi (KSO) PTPN IV dan PTPN I, Kebun Java Coffee Estate mengirim 37.200 kilogram kopi arabika.

Perusahaan mengarahkan pengiriman tersebut kepada dua importir Amerika Serikat, yakni Walker Trading dan BERO POLSKA SP Z.O.O.

Langkah itu sejalan dengan agenda pemerintah meningkatkan nilai ekspor kopi nasional hingga mencapai Rp100 triliun.

Perluasan Pasar Kopi

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyebut nilai ekspor kopi Indonesia saat ini berada di kisaran Rp40 triliun.

Angka tersebut setara sekitar US$2,5 miliar, berdasarkan keterangan yang disampaikan pemerintah mengenai kinerja ekspor komoditas kopi nasional.

Pemerintah menargetkan nilai ekspor tersebut meningkat menjadi Rp100 triliun, bahkan mencapai Rp200 triliun dalam jangka panjang.

Amran juga mendorong Indonesia tidak berhenti sebagai pemasok bahan baku, tetapi meningkatkan posisi tawar sebagai penentu harga internasional.

Menurut dia, peningkatan kualitas bibit dan produktivitas kebun menjadi bagian penting untuk mencapai tujuan tersebut.

“Kami ingin Indonesia sebagai produsen memiliki posisi tawar yang lebih kuat,” ujar Amran.

“Nilai tambah komoditas harus kembali kepada petani dan negara agar kesejahteraan masyarakat meningkat,” lanjutnya.

Bagi PTPN IV PalmCo, pasar internasional telah menjadi bagian dari pengembangan komoditas kopi melalui Java Coffee Estate.

Sepanjang 2024, perusahaan mencatat ekspor kopi Java Coffee Estate ke sejumlah negara Eropa, Amerika Serikat, dan Timur Tengah.

Volume tersebut mencakup Jerman 144 ton, Amerika Serikat 132 ton, Belgia 109 ton, dan Inggris Raya 108 ton.

BACA JUGA:  Satgas Yonif 751/VJS Pasang Lampu PJU di Kampung Serukubin: Terangi Jalan Kampung, Tingkatkan Keamanan Warga

Selain itu, perusahaan mengekspor 92 ton ke Arab Saudi dan 19 ton ke Norwegia sepanjang tahun tersebut.

Pada 2025, ekspor berlanjut dengan pengiriman 53 ton ke Inggris Raya hingga April, serta 36 ton ke Amerika Serikat.

Pada periode yang sama, perusahaan juga mengirim masing-masing 19 ton kopi ke Norwegia dan Arab Saudi.

Strategi Tingkatkan Produktivitas

Direktur Utama PTPN IV PalmCo Jatmiko K. Santosa mengaitkan perkembangan ekspor dengan strategi “turn around” komoditas kopi.

Manajemen menerapkan strategi tersebut di Kebun Kalisat dan Blawan, kawasan Ijen, selama tiga tahun terakhir.

Perusahaan kemudian memperbaiki sektor hulu melalui peremajaan bibit unggul dan penerapan teknologi yang lebih efisien.

Perbaikan tersebut turut mendorong produktivitas Kebun Java Coffee Estate setelah pelaksanaan KSO PTPN IV dan PTPN I.

Pada 2023, produktivitas tertinggi dalam tujuh tahun terakhir mencapai 2.895 kilogram per hektare cherry.

Angka tersebut setara dengan 482 kilogram per hektare greenbean.

Sementara itu, produksi TM I hasil investasi PTPN IV yang dimulai pada 2022 mencapai 2.618 kilogram per hektare cherry pada 2026.

Produksi tersebut setara dengan 417 kilogram per hektare greenbean.

“Tentu kami akan berupaya meningkatkan skalanya dengan tetap memperhatikan kualitas panen serta mutu produk,” kata Jatmiko.

“Sehingga ekspor ke mancanegara yang sudah berhasil dilakukan juga dapat diperluas lagi,” lanjutnya.

Target Ekspor 700 Ton

Manajer Kebun Java Coffee Estate Hastudy Yunarko menegaskan pengiriman Agustus bukan merupakan keseluruhan capaian ekspor musim panen 2026.

Menurut dia, volume 37,2 ton tersebut menjadi pengiriman awal dari target ekspor perusahaan sepanjang musim panen tahun ini.

PTPN IV PalmCo menargetkan ekspor kopi arabika mencapai 700 ton selama musim panen 2026.

BACA JUGA:  Babinsa Langkahan Turun Langsung Bantu Petani Semprot Lahan Jagung

Karena itu, perusahaan menempatkan pengawasan mutu sebagai bagian penting dalam menjaga kepercayaan pembeli internasional.

“Pengiriman awal di musim panen ini menjadi momentum untuk menjaga standar,” ungkap Hastudy.

“Target ekspor tahun ini sebesar 700 ton bukanlah angka yang kecil,” lanjutnya.

Ia menekankan pengawalan mutu harus mencakup seluruh tahapan, mulai produksi di kebun hingga proses pengolahan dan pengiriman.

“Pengawalan mutu, dari proses produksi di kebun, pengolahan pabrik, hingga ketepatan waktu pengiriman harus diawasi ketat,” katanya.

Langkah tersebut, menurut Hastudy, penting untuk menjaga ekspektasi sekaligus mempertahankan kepercayaan buyer internasional.

Selain menandai awal pengiriman musim panen 2026, manajemen Java Coffee Estate menggelar doa bersama di lingkungan operasional kebun.

KH Ahmad Zakaria Muchtar, L.C., M.H., memimpin kegiatan tersebut sebagai bagian dari penanda dimulainya musim pengiriman.

Manajemen juga menyalurkan santunan kepada anak yatim dan lanjut usia yang tinggal di sekitar wilayah operasional perusahaan.

Kegiatan sosial tersebut menjadi bagian dari upaya perusahaan menjaga hubungan dengan masyarakat di sekitar kawasan perkebunan.

Dengan demikian, ekspansi pasar ekspor berjalan bersamaan dengan penguatan mutu produk dan hubungan sosial di sekitar wilayah operasional.

 

About The Author