Direktur PalmCo Dukung Penguatan SDM Lewat Magister ITSI

MEDAN – Direktur Hubungan Kelembagaan PTPN IV PalmCo, Arya Sandhiyudha, resmi mendaftarkan diri sebagai mahasiswa angkatan pertama Program Magister (S2) Program Studi Sosial Ekonomi Pertanian Institut Teknologi Sawit Indonesia (ITSI) Tahun Akademik 2026/2027 di Medan.

Langkah tersebut mempertegas komitmen PTPN IV PalmCo dalam mendukung pengembangan sumber daya manusia (SDM) perkebunan sekaligus memperkuat sinergi antara dunia industri dan pendidikan tinggi berbasis kelapa sawit.

Keikutsertaan Arya tidak hanya menjadi keputusan akademik pribadi.

Langkah itu juga mencerminkan dukungan nyata jajaran direksi PTPN IV PalmCo terhadap pengembangan program pascasarjana perdana ITSI.

ITSI berada di bawah naungan PTPN Group dan berfokus mencetak SDM profesional sektor perkebunan.

Program magister tersebut memperluas kontribusi kampus dalam menjawab kebutuhan industri yang terus berkembang.

Arya menilai industri kelapa sawit menghadapi tantangan yang semakin kompleks.

Persoalan tidak lagi terbatas pada aspek budidaya tanaman maupun produktivitas kebun.

Pelaku industri juga menghadapi isu sosial, ekonomi, keberlanjutan, teknologi, dan tata kelola usaha.

Kondisi tersebut menuntut peningkatan kapasitas SDM melalui pendidikan yang relevan dengan kebutuhan industri.

Arya memandang pembelajaran berkelanjutan menjadi investasi penting bagi setiap pemimpin organisasi.

“Pengembangan industri perkebunan, khususnya kelapa sawit, kini menghadapi tantangan yang multidimensi, mulai dari aspek teknis agronomi hingga penyelesaian isu sosial dan ekonomi secara komprehensif. Keikutsertaan saya di angkatan pertama ini adalah wujud komitmen continuous learning untuk terus memperluas perspektif, sekaligus bentuk dukungan terhadap eksistensi ITSI sebagai kawah candradimuka SDM perkebunan yang unggul,” ujar Arya Sandhiyudha.

Menurut Arya, program magister berbasis industri perkebunan menghadirkan ruang akademik yang sangat relevan.

Program tersebut mempertemukan akademisi, praktisi, dan pembuat kebijakan dalam satu ekosistem pembelajaran.

BACA JUGA:  Direktur Sumut Foundation Andi Kurniansyah Sirait Desak Polda Sumut Tangkap Penyebar Fitnah Terhadap Hasyim

Kolaborasi itu diharapkan melahirkan gagasan inovatif bagi pengembangan industri sawit nasional.

Selain itu, pendidikan berbasis praktik akan memperkuat daya saing sektor perkebunan Indonesia.

ITSI Perluas Kontribusi Pendidikan Berbasis Industri

Pembukaan Program Magister Sosial Ekonomi Pertanian menjadi tonggak penting dalam transformasi ITSI.

Kampus tersebut memperluas perannya sebagai pusat pengembangan SDM perkebunan berbasis industri dan keberlanjutan.

Rektor ITSI, Dr. Purjianto, SE, MM, menyambut positif antusiasme peserta angkatan pertama program magister.

Ia menilai program tersebut menjawab kebutuhan dunia usaha terhadap tenaga profesional yang memiliki kompetensi multidisiplin.

“Pembukaan program studi ini merupakan wujud komitmen ITSI dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia serta menjawab tantangan pembangunan sektor pertanian dan perkebunan yang semakin kompleks dan dinamis. Ini juga menjadi tonggak awal bagi ITSI dalam memperluas peran dan kontribusinya di bidang pendidikan tinggi berbasis perkebunan,” kata Purjianto.

Program magister tersebut akan menghasilkan lulusan bergelar Magister Pertanian atau M.P.

ITSI menerapkan sistem pembelajaran hybrid agar mampu mengakomodasi kebutuhan pekerja dan profesional.

Mahasiswa mengikuti kombinasi perkuliahan luring dan daring secara terintegrasi.

Model pembelajaran tersebut memberikan fleksibilitas tanpa mengurangi kualitas akademik.

ITSI juga menghadirkan dosen yang berasal dari kalangan akademisi dan praktisi industri perkebunan.

Pendekatan tersebut memperkuat hubungan antara teori, riset, dan implementasi di lapangan.

Selain itu, kampus menyediakan ruang kelas eksekutif, plantation class, perpustakaan, serta student lounge.

Mahasiswa juga memperoleh akses terhadap jejaring industri, peluang penelitian, dan program benchmarking ke luar negeri.

Fasilitas tersebut dirancang untuk mendukung pengembangan kompetensi secara menyeluruh.

Saat ini, ITSI masih membuka pendaftaran Program Magister Tahun Akademik 2026/2027.

Program tersebut menerima lulusan sarjana dari berbagai disiplin ilmu yang ingin memperdalam kompetensi sektor pertanian dan perkebunan.

BACA JUGA:  Satgas Yonif 751/VJS Gelar Pengobatan Gratis di Kampung Kalomdol

Melalui pembukaan program pascasarjana perdana itu, ITSI bersama PTPN IV PalmCo memperkuat komitmen membangun SDM perkebunan yang profesional, adaptif, inovatif, serta mampu menjawab tantangan industri kelapa sawit nasional di era transformasi dan keberlanjutan.

About The Author