PalmCo Tingkatkan Siaga Karhutla di Empat Provinsi Kalimantan

Jakarta – PTPN IV PalmCo meningkatkan status kesiapsiagaan menghadapi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di empat provinsi Kalimantan setelah kabut asap mulai muncul di sejumlah wilayah pada puncak musim kemarau, Selasa (28/7/2026). Perusahaan mengerahkan patroli selama 24 jam, mengoptimalkan teknologi deteksi dini berbasis kecerdasan buatan, serta memperkuat kolaborasi lintas sektor untuk mencegah meluasnya titik api.

Langkah tersebut merespons meningkatnya potensi karhutla akibat musim kemarau panjang yang dipengaruhi fenomena cuaca ekstrem.

Sejumlah daerah di Kalimantan mulai melaporkan kemunculan kabut asap dalam beberapa hari terakhir.

Pemerintah daerah bersama instansi kebencanaan juga meningkatkan kewaspadaan terhadap pertumbuhan titik panas.

PTPN IV PalmCo kemudian memperkuat sistem pengamanan seluruh wilayah operasionalnya di Pulau Kalimantan.

Perusahaan mengelola areal perkebunan yang tersebar di 12 kabupaten dan kota.

Wilayah operasional tersebut mencakup Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, serta Kalimantan Timur.

Manajemen menilai luasnya wilayah operasional menuntut sistem mitigasi yang terintegrasi, cepat, dan berkelanjutan.

Direktur Utama PTPN IV PalmCo, Jatmiko K. Santosa, mengatakan perusahaan telah mengantisipasi ancaman musim kemarau sejak awal tahun.

Manajemen menginstruksikan seluruh unit kerja memperkuat langkah pencegahan sebelum risiko kebakaran meningkat.

“Kami sudah mewanti-wanti seluruh jajaran di lapangan jauh sebelum masuknya musim kemarau. Menghadapi potensi El Nino yang bisa mengganas, pendekatannya tidak bisa lagi reaktif untuk memadamkan api. Kita semaksimal mungkin preventif secara menyeluruh termasuk di wilayah sekitar perusahaan sejak dari fase prabencana,” ujar Jatmiko.

Menurutnya, pencegahan menjadi strategi paling efektif untuk menekan risiko kebakaran sekaligus melindungi lingkungan dan masyarakat.

Teknologi Perkuat Sistem Pencegahan

PTPN IV PalmCo mengintegrasikan sistem deteksi dini berbasis kecerdasan buatan dengan satelit pemantau hotspot.

BACA JUGA:  Program Sekolah Rakyat Presiden Prabowo Diapresiasi Guru Besar UNM

Teknologi tersebut memantau perubahan kondisi lapangan secara berkelanjutan selama musim kemarau.

Sistem kemudian mengirimkan peringatan dini kepada petugas ketika mendeteksi indikasi munculnya titik api.

Petugas segera memverifikasi informasi tersebut agar potensi kebakaran tidak berkembang.

Selain memanfaatkan teknologi, perusahaan memperkuat pengelolaan tata air pada kawasan bergambut.

Petugas menjaga tinggi muka air tanah agar lahan tetap lembap meski suhu udara terus meningkat.

Langkah tersebut mengurangi risiko lahan mengering yang berpotensi memicu kebakaran.

“Teknologi pemantauan ini menjadi mata perusahaan dari udara untuk memberikan peringatan dini secara real-time. Namun, sistem secanggih apa pun harus didukung kesiapan infrastruktur di darat. Karena itu, kami mengawasi tata kelola air secara ketat, terutama di lahan gambut,” kata Jatmiko.

PalmCo juga menerapkan kebijakan Zero Burning Policy pada seluruh wilayah operasional.

Perusahaan mewajibkan seluruh mitra usaha mematuhi larangan membuka lahan menggunakan api.

Jatmiko menegaskan kebijakan tersebut melindungi lingkungan sekaligus menjaga kesehatan masyarakat.

“Pengawasan ini bukan semata-mata demi mengamankan konsesi perusahaan, tetapi juga bentuk tanggung jawab menjaga lingkungan, aktivitas sosial, dan roda ekonomi masyarakat,” tegasnya.

Patroli Berlangsung Tanpa Henti

PTPN IV Regional V menerjemahkan arahan manajemen menjadi langkah operasional di seluruh kebun Kalimantan.

Region Head PTPN IV Regional V, Sudarma Bhakti Lessan, mengatakan perusahaan meningkatkan patroli menjadi 24 jam pada kawasan rawan karhutla.

Perusahaan juga memperkuat kemampuan personel melalui Bimbingan Teknis Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan.

Pelatihan tersebut melibatkan hampir 100 karyawan dari berbagai unit kebun di Kalimantan Barat.

Tim Keselamatan, Kesehatan Kerja, dan Lingkungan menjadi ujung tombak pengawasan lapangan.

Mereka melakukan patroli rutin, mengawasi menara pantau, serta memberikan edukasi kepada kelompok Masyarakat Peduli Api di desa sekitar.

BACA JUGA:  Penasihat Pemuda Demokrat Indonesia Sumut : Fitnah Terhadap Hasyim SE Harus Diakhir

Perusahaan juga memeriksa seluruh peralatan pemadaman sebelum memasuki puncak musim kemarau.

Petugas memastikan alat berat pembuat sekat bakar, armada tangki air, dan mesin pompa portabel berada dalam kondisi siap digunakan.

“Seluruh perlengkapan pemadaman mulai dari alat berat untuk membuat sekat bakar, armada tangki air, hingga mesin pompa portabel telah kami cek dan kami pastikan siap digunakan. Kami juga terus berkoordinasi dengan aparat keamanan serta instansi terkait agar deteksi dini berjalan efektif,” ujar Sudarma.

Selain meningkatkan kesiapan internal, PalmCo memperkuat koordinasi dengan Manggala Agni, TNI, Polri, BPBD, dan Satgas Karhutla di daerah.

Kolaborasi tersebut mempercepat pertukaran informasi sekaligus memperkuat respons apabila muncul titik api di sekitar wilayah operasional perusahaan.

Melalui penguatan teknologi, patroli selama 24 jam, penerapan kebijakan tanpa bakar, peningkatan kapasitas personel, serta sinergi lintas sektor, PTPN IV PalmCo berupaya mencegah karhutla sejak tahap awal, menjaga kualitas lingkungan, melindungi kesehatan masyarakat, dan memastikan aktivitas ekonomi di Kalimantan tetap berjalan secara aman, berkelanjutan, serta bebas dari ancaman kabut asap selama musim kemarau 2026.

About The Author