Pemkab Bekasi Dorong Optimalisasi CSR Industri dalam Musrenbang CSR 2025

Ket :Bappeda menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan Corporate Social Responsibility (Musrenbang CSR) di Aula Swatantra Wibawa Mukti, Sukamahi, Cikarang Pusat, Kamis (4/12/2025).

SuaraINetizen.ComKabupaten Bekasi, Pemerintah Kabupaten Bekasi melalui Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan Corporate Social Responsibility (Musrenbang CSR) di Aula Swatantra Wibawa Mukti, Sukamahi, Cikarang Pusat, Kamis (4/12/2025).

Kegiatan ini menjadi forum strategis untuk memperkuat kolaborasi antara pemerintah, kawasan industri, perusahaan, serta pemangku kepentingan lainnya dalam optimalisasi program CSR di Kabupaten Bekasi.

 

Wakil Bupati Bekasi, Dr. Asep Surya Atmaja, dalam sambutannya menegaskan bahwa Kabupaten Bekasi sebagai salah satu daerah industri terbesar di Indonesia masih menghadapi tantangan fiskal. Pada 2025, APBD Kabupaten Bekasi mencapai Rp8,3 triliun, namun pada 2026 turun menjadi Rp7,2 triliun dengan pemotongan Dana Transfer Daerah sebesar Rp649 miliar.

 

“Kabupaten Bekasi menyumbang ke pemerintah pusat sebesar Rp4,5 triliun, tetapi dana bagi hasil yang kembali hanya Rp500 miliar. Kami berharap ada penambahan minimal 10 persen, namun kondisi fiskal saat ini sedang tidak baik-baik saja,” ujar Asep.

 

Ia menjelaskan, Kabupaten Bekasi memiliki 11 kawasan industri besar seperti Kawasan Jababeka, MM2100, East Jakarta Industrial Park (EJIP), Bekasi Fajar, Greenland International Industrial Center (GIIC), Delta Silicon, Suryacipta, Marunda Center, Bekasi International Industrial Estate (BIIE), Gobel, hingga Kawasan Industri Terpadu Indonesia China (KITIC), serta 7.862 perusahaan yang beroperasi di wilayah tersebut. Menurutnya, potensi CSR dari sektor industri sangat besar dan dapat mendukung pembangunan tanpa bergantung pada APBD.

 

“Dari ribuan perusahaan, yang terdata aktif menyalurkan CSR baru sekitar dua ratusan yang terdata. Ke depan kami berharap Bappeda dapat membentuk forum khusus bersama pengusaha agar program CSR benar-benar dirasakan masyarakat kabupaten Bekasi,” tegasnya.

 

Wakil Bupati juga sudah menginstruksikan para camat agar menyiapkan data kebutuhan prioritas di wilayah masing-masing untuk disinergikan dengan program CSR perusahaan. “Kabupaten Bekasi sangat membutuhkan kolaborasi. Jika 7.862 perusahaan terkonsolidasi dan terdata dengan baik, pembangunan bisa dilakukan tanpa mengandalkan APBD,” jelasnya.

BACA JUGA:  Saiful Chaniago Desak Pemerintah Kuatkan Akuntabilitas Pondok Pesantren

 

 

Sinkronisasi Program Perusahaan dengan Prioritas Daerah

 

Kepala Bidang Perekonomian dan SDA Bappeda Kabupaten Bekasi, Vina Sari Nalurita, S.STP, M.Si, menjelaskan bahwa Musrenbang CSR tahun ini menjadi bagian dari rangkaian penyelarasan antara rencana kerja perusahaan dengan program prioritas Bupati Bekasi.

 

Pada tahun 2025, Bappeda mulai mencocokkan agenda CSR perusahaan untuk pelaksanaan tahun 2026. Sejak Agustus, Bappeda telah menerima berbagai usulan dari masyarakat dan perangkat daerah, kemudian menyaring program yang selaras dengan prioritas yang tercantum dalam RPJMD.

 

“Di RPJMD ada banyak program prioritas. Bappeda memilih mana saja yang paling esensial dan bisa ditawarkan kepada perusahaan. Seluruhnya kemudian dimasukkan ke dalam website CSR agar perusahaan bisa memilih dan mengintegrasikan ke rencana kerja mereka untuk 2026,” jelas Vina.

 

Website CSR tersebut berisi data kebutuhan pembangunan yang terbagi dalam dua kategori: sarana prasarana serta program pemberdayaan masyarakat. Perusahaan dapat memilih kegiatan yang relevan untuk didanai melalui CSR masing-masing dan memasukkannya ke rencana kerja tahunan.

 

Bappeda Perluas Jejaring Mitra CSR

 

Dalam kegiatan tersebut, turut hadir Kepala Bappeda Provinsi Jawa Barat Dedi Mulyadi, Wakil Bupati Bekasi Dr. Asep Surya Atmaja, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bekasi Budi MM, Sekda Kabupaten Bekasi, unsur Forkopimda, 23 camat, perwakilan 11 kawasan industri, 60 perusahaan, lima yayasan, serta beberapa perguruan tinggi.

 

Bappeda Kabupaten Bekasi mengungkapkan bahwa saat ini terdapat lebih dari 115 mitra CSR, namun yang aktif dan rutin melapor baru sekitar 60 perusahaan. Tahun ini Bappeda terus melakukan ekspansi dengan menjangkau kawasan industri, yayasan, perguruan tinggi, dan pihak lain untuk memperluas kemitraan CSR.

BACA JUGA:  Pos Selal Satgas Yonif 751/VJS Gelar Pengobatan Gratis & Berbagi Makanan: Wujud Kepedulian di Perbatasan

 

“Ke depan, kami tidak hanya melakukan kunjungan, tetapi juga menyiapkan program-program berbasis minat perusahaan agar semakin banyak pihak yang bersedia bergabung dalam kolaborasi CSR,” kata Vina.

 

Ia berharap kegiatan Musrenbang CSR ini menjadi inspirasi bagi stakeholder lain, tidak hanya industri dan perguruan tinggi tetapi juga pengelola perumahan, pusat perbelanjaan, dan rumah sakit.

 

“CSR bukan hanya soal fisik, tetapi juga kegiatan positif yang memberi dampak langsung bagi masyarakat. Dengan kolaborasi yang kuat, perusahaan bisa lebih peduli dan bersama-sama mewujudkan Kabupaten Bekasi yang bangkit, maju, dan sejahtera,” tutupnya.

About The Author