Suara Inetizen

suarainetizen.com

Pemuda Indonesia Naufal Ubaidillah Kembali Terpilih sebagai Presiden GYDCT Periode 2026–2027

ISTANBUL, Suarainetizen.com – Pemuda Indonesia Naufal Ubaidillah, S.IP., M.A., kembali terpilih sebagai Presiden Global Youth Diplomacy Community in Türkiye (GYDCT) untuk periode 2026–2027. Pemilihan tersebut berlangsung dalam Sidang Umum GYDCT setelah penyelenggaraan konferensi tahunan Global Youth Diplomacy Summit (GYDS) edisi kedua yang dihadiri sekitar 200 peserta dari berbagai negara di Istanbul, Turki, pada 18 Oktober 2026.

 

Konferensi tersebut menjadi forum bagi pemuda lintas negara untuk membahas berbagai isu strategis global, mulai dari diplomasi olahraga, keamanan dan pertahanan, hingga diplomasi perdagangan di tengah perubahan tatanan dunia.

 

Dalam penyelenggaraan tahun ini, GYDCT berkolaborasi dengan Istanbul Ticaret University, Divan Association, Al Sharq Youth, Presidency for Turks Abroad and Related Communities (YTB), serta Bizim Afrika. Kerja sama tersebut bertujuan memperkuat jejaring internasional sekaligus mendorong peran generasi muda dalam merespons tantangan global.

 

Presiden GYDCT, Naufal Ubaidillah, dalam sambutan pembukaan menekankan pentingnya diplomasi pemuda sebagai ruang untuk membangun dialog, memperluas kerja sama internasional, dan menghasilkan inisiatif konkret yang bermanfaat bagi masyarakat dunia.

 

Tiga isu utama yang diangkat dalam konferensi tersebut meliputi perdagangan, budaya melalui sepak bola, serta keamanan dan pertahanan.

 

Bahas Diplomasi Sepak Bola hingga Perdagangan Internasional

 

GYDS 2026 mengangkat tiga tema utama, yakni Football Diplomacy, Security and Defense Issues in the 21st Century, serta Trade Diplomacy. Ketiga tema tersebut dirancang untuk memperluas wawasan peserta mengenai peran diplomasi dalam membangun hubungan antarnegara, menghadapi dinamika keamanan internasional, dan memperkuat kerja sama ekonomi.

 

Panel pertama, Football Diplomacy, dimoderatori oleh Inocente Pedro Ndongala dengan menghadirkan Chairman Bizim Afrika, Faroukou Mintoiba. Diskusi ini membahas potensi sepak bola sebagai instrumen diplomasi publik, pertukaran budaya, dan penguatan hubungan antarbangsa.

BACA JUGA:  Agnes AI Singapura Capai 2 Juta Pengguna dalam 4 Bulan Sejak Peluncuran

 

Panel kedua mengangkat tema Security and Defense Issues in the 21st Century dengan moderator Souhaila Nefssi. Diskusi menghadirkan Direktur Al Sharq Academia, Mohammad Affan, serta peneliti independen Thomas Germenot.

 

Pembahasan berfokus pada tantangan keamanan kontemporer dan pentingnya pendekatan lintas disiplin untuk memahami perkembangan situasi pertahanan dan keamanan internasional.

 

Sementara itu, panel ketiga membahas Trade Diplomacy dengan Ebraheem Rakha sebagai moderator. Panel ini menghadirkan sejumlah pembicara, yakni pendiri Humana Diplomacy, Martina Pavone; dosen Istanbul Ticaret University sekaligus anggota dewan DCT Trading, Ugur Yasin Asal; Chairman Young Trade Ambassadors Commission of Genç MUSIAD, Mahmoud Youssouf; serta Director II D-8 Istanbul Office, Syafik Firdaus.

 

Diskusi tersebut menyoroti peran diplomasi perdagangan dalam memperkuat hubungan ekonomi internasional sekaligus membuka peluang bagi generasi muda untuk terlibat dalam jejaring perdagangan dan kerja sama lintas negara.

 

Lokakarya Susun Program Kerja GYDCT

 

Selain diskusi panel, GYDS 2026 dilanjutkan dengan lokakarya yang membahas empat bidang, yaitu kerja sama internasional (international cooperation), diplomasi perdagangan bagi pemuda (trade diplomacy for youth), kerja sama negara-negara Global South, serta keamanan kontemporer.

 

Melalui rangkaian lokakarya tersebut, peserta menyusun rencana proyek yang akan menjadi landasan program kerja kabinet GYDCT periode 2026–2027.

 

Pendekatan ini diarahkan agar konferensi tidak hanya menjadi ruang pertukaran gagasan, tetapi juga menghasilkan rencana tindak lanjut yang dapat diterapkan melalui program kolaboratif.

 

Dengan demikian, GYDS diharapkan dapat menjadi sarana pengembangan kepemimpinan pemuda sekaligus mendorong keterlibatan generasi muda dalam merespons persoalan global melalui kerja sama lintas negara.

 

Naufal Kembali Terpilih, Nuha Almahdavi Jadi Wakil Presiden

BACA JUGA:  Cetak Rekor Di Expo 2025 Osaka, Paviliun Indonesia Pencapaian Luar Biasa

 

Rangkaian kegiatan ditutup dengan General Assembly atau Sidang Umum GYDCT. Dalam agenda tersebut, Naufal Ubaidillah bersama jajaran kabinet menyampaikan laporan pertanggungjawaban kepengurusan periode 2025–2026 di hadapan organisasi anggota GYDCT dan delegasi dari berbagai negara.

 

Setelah penyampaian laporan dan proses pemilihan, Naufal kembali dipercaya memimpin GYDCT untuk periode 2026–2027.

 

Dalam kepengurusan baru, posisi Wakil Presiden dipercayakan kepada Nuha Almahdavi dari Irak, sedangkan Almira Biygeldieva dari Kirgizstan terpilih sebagai Sekretaris Jenderal.

 

Terpilihnya kembali Naufal menjadi kelanjutan kepemimpinan organisasi dalam mendorong kolaborasi internasional, meningkatkan kapasitas pemuda, serta mengembangkan program diplomasi yang berorientasi pada aksi nyata.

 

Penyelenggaraan GYDS 2026 juga menjadi bagian dari upaya GYDCT mempertemukan pemuda dari berbagai negara dalam forum dialog yang inklusif dan berorientasi pada kerja sama. Melalui kemitraan dengan institusi pendidikan, organisasi kepemudaan, dan jejaring perdagangan, organisasi tersebut berupaya memperluas kontribusi generasi muda dalam memperkuat hubungan internasional di tengah dinamika global.

 

Tentang GYDCT

 

Global Youth Diplomacy Community in Türkiye (GYDCT) merupakan komunitas internasional yang menghimpun organisasi mahasiswa dan pemuda dari berbagai negara dengan visi mendorong diplomasi yang inklusif dan memberdayakan.

 

Melalui forum dialog, pengembangan kepemimpinan, dan proyek kolaboratif, GYDCT berupaya meningkatkan pemahaman lintas budaya serta mendorong partisipasi aktif generasi muda dalam memperkuat kerja sama internasional.

About The Author