Suara Inetizen

suarainetizen.com

PSTI Jakarta Barat Raih Empat Perunggu dan Tembus Semifinal Lewat Strategi Regenerasi

Jakarta Selatan, 14 Juni 2026 – PSTI Jakarta Barat menutup Jakarta Sepak Takraw League Championship 2026 dengan empat medali perunggu dan satu tiket semifinal Inter Regu Grup B.

Kompetisi berlangsung di GOR PPOP Ragunan, Jakarta Selatan, Minggu, dengan intensitas tinggi dan persaingan ketat antarwilayah sejak babak awal.

Tim Jakarta Barat menghadapi tekanan kuat dari sejumlah lawan unggulan sepanjang pertandingan hari terakhir.

Namun demikian, tim tetap menjaga konsistensi permainan dan mengunci posisi ketiga pada beberapa nomor pertandingan.

Pelatih PSTI Jakarta Barat, Danny Surya Darmadi, langsung memberikan penilaian tegas terhadap hasil tersebut.

“Kami menerima hasil ini karena sesuai dengan strategi dan kondisi tim saat ini,” ujar Danny di lokasi pertandingan.

Ia menegaskan bahwa tim sengaja menurunkan pemain lapis kedua dalam ajang tersebut.

Menurutnya, langkah tersebut bertujuan mempercepat proses regenerasi sekaligus memberikan pengalaman bertanding kepada atlet muda.

Asisten pelatih Rivaldy Agusta kemudian memperkuat pernyataan tersebut dengan penjelasan teknis.

“Kami fokus membangun kualitas pemain cadangan agar siap menghadapi kompetisi berikutnya,” kata Rivaldy.

Ia menilai pengalaman di level kompetitif akan meningkatkan mental, teknik, dan kepercayaan diri atlet secara signifikan.

Selain itu, tim pelatih juga melakukan pengukuran kemampuan pemain secara langsung selama pertandingan berlangsung.

Ketua PSTI Jakarta Barat, Jupri S.Pd, turut memantau jalannya pertandingan sejak awal hingga akhir.

Ia memahami keputusan tim pelatih dalam menerapkan strategi rotasi pemain selama turnamen berlangsung.

Jupri mengakui adanya penurunan prestasi Jakarta Barat pada musim ini dibandingkan capaian sebelumnya.

Namun, ia tetap menunjukkan optimisme terhadap arah pembinaan yang sedang berjalan saat ini.

“Kami optimistis prestasi akan meningkat kembali melalui pembinaan yang konsisten,” tegas Jupri.

BACA JUGA:  Wujudkan Pertahanan Laut, Indonesia Maksimalkan Moderenisasi Alutsista Jakarta - LEMBAGA Kajian Geopolitik dan Pertahanan (Geodef Institute) menggelar diskusi ilmiah (Expert Discussion) bertema  Modernisasi Sistem Pertahanan Laut : Menjawab Tantangan Geopolitik dan Mewujudkan Postur Essential Force (MEF) di Jakarta, Selasa (25/11/25). Direktur Eksekutif Sahrir Rumluan mengatakan bahwa diskusi ini bertujuan untuk menganalisis isu-isu strategis terkini dalam bidang pertahanan dan keamanan nasional.  Menurut Sahrir, untuk memodernisasi sistem pertahanan laut strategis di Indonesia, membutuhkan peningkatan anggaran. "Karena itu, menjadi urgen peningkatan alutsita pertahanan laut untuk dimoderenisasi dan peningkatan anggaran terkait moderenisasi sistem pertahanan laut Indonesia itu sendiri. Jadi, Indonesia harus berupaya secara maksimal dalam konteks anggarannya sehingga Indonesia menjadi negara yang kuat dalam pertahanan laut secara komprehensif," kata Sahrir. Karena itu, Sahrir mengatakan Indonesia harus Mengukur Kesiapan Armada untuk mengevaluasi Capaian Minimum Essential Force (MEF). Menurut Sahrir, Geodef Institute bersama para expert berupaya maksimal menganalisis sejauh mana target MEF 2024 khususnya matra laut telah tercapai, membandingkannya dengan kekuatan dan kebijakan anggaran pertahanan laut negara-negara tetangga. "Selain, tentu saja berupaya merumuskan rekomendasi kebijakan anggaran pertahanan laut yang strategis untuk masa depan," kata Sahrir. Diskusi Geodef institute yang dipandu Gemah Putra ini menghadirkan pembicara : Pengamat Geopolitik Hendrajit, Pengamat Politik Fajrin Rumalutur dan Pengamat Militer Khairul Fahmi. Menurut Hendrajit, tantangan geopolitik Indonesia, masuk dalam katagori strategis dan kompleks. Karena itu, Indonesia melibatkan komponen bangsa, untuk bela negara dalam kerangka geopolitik. Pengamat Politik Fajrin Rumalutur menegaskan bahwa peningkatan modernisasi alutsista menjadi kebutuhan dalam penguatan kapasitas sistem pertahanan laut indonesia. "Politik anggaran pertahanan yang berbasis pada kebutuhan real dan tantangan di lapangan. Selain untuk meningkatkan kapasitas pertahanan laut kita juga mengantisipasi aktivitas non perang yang menyebabkan kerugian negara seperti praktik ilegal fishing, human traficking dan transaksi narkotika," kata Fajrin. Menurut Fajrin, pemerintah kiranya perlu menambah alokasi anggaran untuk Matra angkatan laut pada angka yang ideal dan proporsional. Sedangkan Pengamat Militer Khairul Fahmi mengatakan bahwa modernisasi tidak hanya pada alutsista saja, tapi juga readyness dan peningkatan soft skill serta sumberdaya prajurit yang handal, mumpuni dan profesional. "Karena itu, anggaran pertahanan Indonesia perlu didorong hingga 1 persen dari Gross Domestic Product," kata Khairul Fahmi.

Ia menilai kompetisi ini menjadi sarana penting untuk evaluasi sekaligus penguatan sistem pembinaan atlet.

Selain itu, ia menekankan pentingnya regenerasi untuk menjaga keberlanjutan prestasi tim.

Menurutnya, ajang ini membuka ruang bagi munculnya bibit muda potensial di Jakarta Barat.

Ia berharap kompetisi ini mampu meningkatkan minat generasi muda terhadap olahraga sepak takraw.

Empat Medali dan Arah Pembinaan

Pada sektor putra, Jakarta Barat meraih juara ketiga nomor inter regu dan team double.

Sementara itu, sektor putri menyumbang dua medali perunggu dari nomor inter regu dan double event.

Total empat medali perunggu menunjukkan konsistensi performa meski tanpa kehadiran pemain inti.

Tim pelatih kemudian menyusun evaluasi menyeluruh untuk meningkatkan kualitas permainan secara bertahap.

Selain itu, manajemen tim memperkuat program pembinaan guna memastikan regenerasi berjalan optimal.

Langkah tersebut bertujuan meningkatkan daya saing tim pada level Jakarta hingga nasional.

Dengan capaian ini, PSTI Jakarta Barat menargetkan peningkatan prestasi pada musim kompetisi berikutnya.

Tim juga berkomitmen membangun skuad yang lebih solid, agresif, dan kompetitif dalam setiap ajang.

About The Author