MPHI Gandeng Akademisi dan Komunitas Nasional Perkuat Gagasan Hutan Organik di Puncak Bogor

SuaraINetizen.com, Bogor — Sejumlah komunitas peduli lingkungan yang tergabung dalam Masyarakat Pecinta Hutan Indonesia (MPHI) bersama PSP3 IPB, Forum Penyelamat Hutan Jawa (FPHJ), Barisan Muda Al Ittihadiyah, perwakilan mahasiswa dari 15 provinsi, masyarakat lokal, serta berbagai komunitas bergerak bersama memperkuat gagasan hutan organik sebagai model pengelolaan hutan berkelanjutan. Seluruh kegiatan dipusatkan di Hutan Organik Kp. Cipendawa, Puncak Bogor, Kabupaten Bogor. Kamis, (27/11).

Rangkaian acara diawali dengan tracking hutan organik, penanaman pohon, serta penyusunan program strategis untuk memperkuat komitmen jangka panjang terhadap gagasan “hutan organik”. Konsep ini menempatkan hutan bukan hanya sebagai ruang konservasi, melainkan sebagai ruang hidup masyarakat yang menyediakan pangan, air, energi, serta berperan penting dalam pengurangan jejak karbon dan penguatan aksi iklim.

Penggagas MPHI yang juga Ketua FPHJ Bogor Raya–Banten, KH Ismatul Hakim, menegaskan pentingnya kolaborasi masyarakat dalam menjaga kelestarian hutan.
“Gerakan hutan organik harus menjadi kesadaran bersama. Hutan adalah amanah Allah, yang harus dijaga bukan hanya untuk hari ini tetapi untuk generasi mendatang. Ketika masyarakat terlibat langsung, maka hutan akan lestari dan memberi keberkahan bagi seluruh kehidupan,” ujarnya.

Gagasan hutan organik kini semakin mendapat ruang melalui kebijakan Perhutanan Sosial, yang membuka peluang lebih besar bagi masyarakat untuk mengelola hutan secara lestari dan produktif. Dukungan regulasi dan kemauan politik pemerintah menjadi kunci agar hutan tetap terjaga serta mampu memberikan manfaat ekonomi dan ekologi secara berkeadilan.

Ketua Umum Barisan Muda Al Ittihadiyah, Berry Kurniawan, juga menekankan pentingnya kesadaran ekologis sejak dini.
“Harapannya, setiap orang yang mencabut satu pohon harus menanam lima pohon. Dan setiap hutan harus memiliki titik sekolah alam atau pusat pemberdayaan agar masyarakat mencintai alam dan hutan Indonesia,” ujarnya. Pernyataan ini mendapat dukungan Rosita, Founder Hutan Organik, yang mengedepankan pendidikan lingkungan berbasis masyarakat.

BACA JUGA:  Wamendagri Bima Arya Ingatkan Gen Z: Siapkan Diri Jadi Pemimpin 2045

Kegiatan ini turut dihadiri sejumlah tokoh penting, antara lain Rosita dan suami (Founder Hutan Organik), Sendi Fardiansyah (Tenaga Ahli Kementerian Kehutanan), Prof Triyono (Guru Besar IPB/PSP3 IPB), H. Lilies Herliani (Founder Bumikatumbiri Art), Haji Bode (Rimbawan), dan Supendi (Pengusaha).

Sinergi lintas komunitas, akademisi, pemerintah, dan masyarakat ini menjadi langkah konkret untuk membangun masa depan hutan Indonesia yang lebih lestari, inklusif, dan menyejahterakan rakyat.

About The Author