
Ket : Anggota DPR RI Komisi I "Trinovi Khairani Sitorus"
Jakarta,SuaraINetizen.Com – 24 Agustus 2025, Di era digital yang semakin canggih, masyarakat dituntut untuk lebih waspada terhadap berbagai bentuk penipuan berbasis teknologi. Kecanggihan Artificial Intelligence (AI), termasuk teknologi deepfake yang mampu memanipulasi wajah dan suara agar terlihat asli, kini sering disalahgunakan oleh oknum untuk melakukan tindak kejahatan siber.
Deepfake dapat meniru suara maupun mimik tokoh publik dengan sangat meyakinkan. Hal ini membuat masyarakat mudah terkecoh dengan video call atau pesan pribadi yang seolah-olah berasal dari artis, pejabat, maupun figur terkenal. Modus ini biasanya diikuti dengan ajakan komunikasi lebih lanjut melalui WhatsApp, permintaan data pribadi, hingga transfer dana dengan dalih administrasi.
Selain itu, modus penipuan yang kerap ditemui adalah tawaran hadiah uang besar mendadak, permintaan kode OTP, atau kode rahasia lainnya. Jika tidak hati-hati, korban bisa kehilangan data pribadi maupun aset keuangan.
Menanggapi fenomena ini, Anggota DPR RI Trinovi Khairani Sitorus mengingatkan masyarakat agar lebih berhati-hati dalam menggunakan teknologi digital. Menurutnya, teknologi seharusnya membawa manfaat, bukan justru menjadi sarana penipuan.
“Mari kita tingkatkan literasi digital dan lindungi keluarga dari kejahatan siber. Jangan mudah percaya pada tawaran yang mencurigakan, dan selalu cek kebenaran informasi dari sumber resmi,” tegas Trinovi.
Beberapa tips yang dapat dilakukan untuk mencegah penipuan digital antara lain
- Periksa akun resmi dan sumber informasi dengan teliti
- Jangan pernah membagikan data pribadi sembarangan
- Abaikan ajakan komunikasi pribadi yang mencurigakan
- Diskusikan dengan keluarga sebelum mengambil keputusan penting
- Laporkan akun palsu atau mencurigakan ke platform terkait
Trinovi juga menekankan pentingnya peran keluarga dalam melindungi anggota rumah tangga dari potensi kejahatan digital. Dengan kolaborasi antara masyarakat, pemerintah, dan platform digital, ancaman penipuan berbasis teknologi dapat diminimalisir.
Mari bersama-sama meningkatkan kewaspadaan, membekali diri dengan literasi digital, dan melindungi keluarga dari penipuan berbasis teknologi.tutupnya
( Red )
More Stories
Puji Sikap Kesatria dan Langkah Tegas Kapolri dan Kapolda Metro Jaya, Pengamat Serukan Elemen Masyarakat Bersatu Jaga Keutuhan NKRI
Dewan Pers Keluarkan Seruan Terkait Pemberitaan Unjuk Rasa di Jakarta
Dianggap Gagal, Guru Besar Ganti Kapolri