Ridlwan Habib: BIN All-Out Bantu Pemerintah Loloskan Kapal Tanker Indonesia di Selat Hormuz

Suarainetizen.com, JAKARTA – Di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah, peran Badan Intelijen Negara (BIN) disebut turut memperkuat langkah pemerintah Indonesia dalam menjaga kelancaran jalur pelayaran kapal tanker nasional di Selat Hormuz. Jalur laut tersebut selama ini menjadi salah satu titik vital distribusi energi dunia, termasuk bagi kebutuhan impor minyak Indonesia.

Pengamat intelijen dan keamanan, Ridlwan Habib, menilai keterlibatan BIN menjadi bagian penting dalam mendukung upaya negara mengantisipasi gangguan terhadap distribusi energi nasional. Menurutnya, peran itu dijalankan melalui pendekatan intelijen yang mendukung komunikasi strategis di kawasan.

“BIN bertindak secara senyap melalui jalur diplomasi intelijen untuk memastikan bendera Merah Putih tetap dihormati dan kapal-kapal kita bisa melintas dengan aman,” ujar Ridlwan Habib saat berbincang dengan awak media, Rabu (1/4/2026).

Ia menjelaskan, langkah tersebut tidak berdiri sendiri, melainkan menjadi bagian dari koordinasi lintas lembaga yang dipimpin pemerintah, khususnya Kementerian Luar Negeri dan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Salah satu fokus utamanya adalah membuka jalur komunikasi teknis dengan otoritas terkait di kawasan Teluk agar armada tanker Indonesia dapat kembali memperoleh akses pelayaran yang aman.

Menurut Ridlwan, kepastian akses pelayaran di Selat Hormuz sangat penting bagi Indonesia karena jalur itu memiliki kontribusi besar terhadap rantai pasok energi nasional. Selama situasi global masih bergejolak, pemerintah dinilai perlu memastikan distribusi minyak mentah dan bahan bakar tetap berjalan tanpa hambatan berarti.

“Kita harus ingat, dalam kondisi normal sebelum perang, Selat Hormuz adalah jalur yang sangat sibuk. Secara global, ada sekitar 138 hingga 151 kapal yang melintas setiap harinya di sana. Bagi Indonesia sendiri, sekitar 25 persen impor minyak kita berasal dari Timur Tengah dan harus melewati selat sempit ini,” jelasnya.

BACA JUGA:  BNN Bongkar Jaringan Narkoba Internasional Modus Vape dan Minuman Energi, Komjen Suyudi Tuai Apresiasi Publik

Ia menambahkan, lalu lintas kapal tanker yang membawa minyak mentah, BBM, hingga LPG dari kawasan Timur Tengah selama ini memiliki peran strategis dalam menjaga ketahanan energi nasional. Dengan kapasitas cadangan energi yang terbatas, kelancaran distribusi dari jalur tersebut menjadi salah satu faktor yang tidak bisa diabaikan.

Ridlwan juga menyoroti penurunan drastis aktivitas pelayaran tanker di kawasan itu sejak konflik memanas. Situasi tersebut, kata dia, menuntut pemerintah untuk bergerak cepat, tidak hanya dari sisi diplomasi formal, tetapi juga melalui dukungan intelijen dan penilaian risiko yang akurat.

“Saat ini, pemerintah tengah menyelesaikan tahapan teknis, mulai dari aspek asuransi hingga jaminan keamanan kru kapal. Di sinilah peran BIN membantu memberikan penilaian risiko dan mempercepat proses negosiasi di balik layar agar pasokan energi kita tidak terganggu oleh dinamika geopolitik,” tambah Ridlwan.

Direktur The Indonesia Intelligence Institute itu menilai, langkah pengamanan jalur tanker Indonesia di Selat Hormuz merupakan bagian dari upaya besar pemerintah dalam menjaga stabilitas energi nasional. Menurutnya, keberhasilan menjaga distribusi pasokan akan berpengaruh langsung terhadap kestabilan harga BBM dan ketahanan ekonomi domestik.

Ia pun optimistis koordinasi antarlembaga yang saat ini berjalan akan mempercepat pemulihan jalur distribusi energi Indonesia melalui Selat Hormuz. Dengan begitu, kebutuhan energi nasional diharapkan tetap aman di tengah ketidakpastian global yang masih berlangsung. ( Ad)

About The Author