Tanpa APBD, DLH Bekasi Gandeng Swasta Ubah Sampah Burangkeng Jadi RDF

SuaraiNetizen.com, Kabupaten Bekasi — Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bekasi mengambil langkah strategis dalam menekan beban sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Burangkeng tanpa mengandalkan anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD). Upaya ini dilakukan di tengah kondisi TPA yang telah mengalami kelebihan kapasitas.

Melalui kolaborasi dengan pihak swasta, DLH mendorong pemanfaatan timbunan sampah lama di area ROW Jalan Tol Jakarta–Cikampek II untuk diolah menjadi Refuse Derived Fuel (RDF), bahan bakar alternatif pengganti energi fosil yang akan diserap oleh industri semen nasional, Indocement.

Kepala UPTD TPA Burangkeng, Samsuro Mandiansyah, SIP, menyebut kerja sama ini menjadi angin segar dalam pengelolaan sampah berkelanjutan. Pihak swasta direncanakan melakukan penambangan sampah lama dengan kapasitas mencapai 1.000 ton per hari dari zona tidak aktif dengan ketinggian timbunan sekitar 30 meter.

“Teknologi sudah mereka siapkan. Kebutuhan lahannya sekitar 5.000 meter persegi untuk infrastruktur dan hanggar, yang nantinya akan disewa dari Pemerintah Kabupaten Bekasi,” kata Samsuro saat rapat koordinasi di TPA Burangkeng bersama DLH Provinsi Jawa Barat, Rabu (24/12).

Sementara itu, Sekretaris DLH Kabupaten Bekasi, Sukmawati Karnahardijat, mengungkapkan bahwa Indocement telah melakukan pengambilan sampel sampah sebanyak 1.800 ton dengan tingkat material layak RDF mencapai 60 persen. Ke depan, Indocement menyatakan kesiapan menyerap hingga 500 ton RDF per hari.

“Untuk tahap awal, Indocement siap menerima 200 ton per hari dari hasil sortir. Selain itu, perusahaan Asiana juga telah menyampaikan komitmen pengolahan hingga 1.000 ton per hari dengan tingkat sortir 50–60 persen,” jelas Sukmawati.

Target awal pengolahan diproyeksikan mampu menyelesaikan sekitar 11.000 ton sampah dalam waktu kurang dari dua pekan. Seluruh teknologi pengolahan telah tersedia, dengan waktu instalasi diperkirakan satu bulan sehingga operasional dapat dimulai pada Januari mendatang.

BACA JUGA:  Jaga Ginjal Indonesia Gelar Donor Darah Bersama IDDS Jakarta Timur dan RS Persahabatan

DLH Kabupaten Bekasi bersama mitra swasta dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat optimistis langkah ini mampu mengurangi beban sampah secara signifikan, sekaligus menjadi solusi transisi sebelum proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) direalisasikan pada 2027.( Red)

About The Author