Sumut Foundation : PDAM Tirtanadi Carut-Marut dan Beraroma Korupsi, Kejati Sumut Diminta Turun Tangan!

SuaraINetizen.ComMedan, Direktur Eksekutif Sumut Foundation, Andi Kurniansyah Sirait, yang dikenal sebagai aktivis pergerakan, melontarkan kritik tajam terhadap manajemen Perumda Tirtanadi. Ia secara terbuka meminta Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara segera turun tangan melakukan pemeriksaan menyeluruh atas kondisi internal perusahaan daerah tersebut.

 

Dalam keterangannya kepada media, Andi menilai kondisi Tirtanadi saat ini tidak bisa lagi dianggap sebagai persoalan administratif biasa. Ia menyebut situasi yang terjadi sudah mengarah pada dugaan kuat carut-marut manajemen yang berpotensi menimbulkan kerugian negara dan publik sebagai pengguna layanan.

 

Salah satu indikator yang disorot adalah mundurnya Direktur Keuangan dan Administrasi. Menurut Andi, pengunduran diri pejabat strategis di tengah situasi krisis bukan sekadar kebetulan, melainkan sinyal adanya persoalan serius di tubuh internal perusahaan. “Ini bukan hal kecil. Ini alarm keras,” tegasnya.

 

Tak hanya itu, ia juga menyoroti banyaknya tagihan rekanan yang belum dibayarkan selama berbulan-bulan. Kondisi ini dinilai sangat mencederai kepercayaan mitra kerja dan menunjukkan adanya ketidaksehatan arus kas atau pengelolaan keuangan yang bermasalah.

 

Lebih jauh, Andi mengungkapkan bahwa hak dasar pegawai seperti uang makan pun disebut-sebut belum dibayarkan selama lebih dari satu bulan. Ia menilai hal ini sebagai bentuk kegagalan manajemen dalam memenuhi kewajiban internalnya sendiri, yang seharusnya menjadi prioritas utama.

 

Situasi semakin memprihatinkan dengan adanya dugaan praktik percaloan dalam pengurusan tagihan rekanan oleh oknum pegawai berinisial FG. Andi menilai praktik seperti ini tidak hanya merusak sistem, tetapi juga membuka ruang besar bagi praktik korupsi yang terstruktur.

 

“Kalau benar ada calo di dalam, ini sudah bukan sekadar pelanggaran etik, ini indikasi kejahatan. Harus dibongkar sampai ke akar-akarnya,” ujar Andi dengan nada keras. Ia menegaskan bahwa praktik semacam ini tidak boleh dibiarkan berkembang di perusahaan milik daerah.

BACA JUGA:  Gerakan ASRI Brimob Metro Jaya Bersihkan Masjid dan Lingkungan Warga Ciputat

 

Andi juga mempertanyakan kondisi keuangan Tirtanadi yang dinilai janggal. Ia menilai tidak masuk akal jika perusahaan sebesar Tirtanadi mengalami kesulitan pembayaran, mengingat besarnya penyertaan modal dari Pemerintah Provinsi Sumatera Utara selama ini.

 

“Tidak mungkin tidak ada uang. Pertanyaannya: ke mana aliran dananya? Ini yang harus dijawab secara terbuka kepada publik,” katanya. Ia menegaskan bahwa transparansi adalah kunci untuk memulihkan kepercayaan masyarakat.

 

Sebagai penutup, Andi mendesak Kejati Sumut untuk segera melakukan audit investigatif dan memeriksa seluruh jajaran manajemen Tirtanadi. Ia menegaskan, jika dugaan ini terbukti, maka penegakan hukum harus dilakukan tanpa pandang bulu demi menyelamatkan aset daerah dan kepentingan masyarakat luas.

About The Author