Suarainetizen.com, JAKARTA – Pengamat kebijakan publik, Banter Adis, menggelar kegiatan “Ramadhan Berbagi” di Jakarta Timur dan Kota Bekasi, Kamis (26/2/2026). Agenda tersebut diisi dengan buka puasa bersama, pembagian ratusan paket takjil kepada masyarakat, serta santunan untuk anak-anak yatim.
Momentum bulan suci Ramadhan dimanfaatkan sebagai ruang memperkuat solidaritas sosial dan kepedulian terhadap sesama. Para relawan tampak turun langsung menyapa warga dan pengguna jalan, membagikan takjil dengan penuh kehangatan. Kebersamaan dan nuansa kekeluargaan begitu terasa sepanjang kegiatan berlangsung.
Banter Adis menyampaikan, Ramadhan bukan sekadar tradisi tahunan, tetapi momen refleksi untuk meneguhkan nilai-nilai kemanusiaan. Ia menilai berbagi kepada sesama, khususnya kepada anak-anak yatim dan masyarakat yang membutuhkan, merupakan bagian dari ibadah sosial yang harus terus dirawat.
“Ramadhan mengajarkan kita tentang keikhlasan dan kepedulian. Berbagi adalah wujud nyata dari empati dan tanggung jawab sosial kita,” ujarnya di sela kegiatan.
Dalam kesempatan itu, Adis juga menegaskan dukungannya terhadap Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dijalankan pemerintah melalui Badan Gizi Nasional di bawah kepemimpinan Dadan Hindayana. Menurutnya, program tersebut merupakan langkah strategis untuk memperkuat kualitas sumber daya manusia Indonesia sejak usia dini.
Ia menilai MBG bukan sekadar bantuan makanan, melainkan investasi jangka panjang bagi masa depan bangsa. Karena itu, diperlukan kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan seluruh elemen masyarakat agar pelaksanaannya efektif, tepat sasaran, serta transparan.
“Program Makan Bergizi Gratis adalah kebijakan progresif yang menyentuh kebutuhan dasar masyarakat. Jika dikelola dengan baik dan diawasi secara terbuka, dampaknya akan sangat besar terhadap kualitas generasi muda,” tegasnya.
Penguatan asupan gizi, khususnya bagi anak-anak sekolah, dinilai akan berdampak langsung pada peningkatan konsentrasi belajar, kesehatan, dan produktivitas dalam jangka panjang. Dukungan publik pun menjadi kunci agar program tersebut berjalan berkelanjutan.
Kegiatan Ramadhan Berbagi ditutup dengan shalat tarawih berjamaah, mempererat kebersamaan antara pengurus organisasi, relawan, dan masyarakat yang hadir. Suasana khidmat dan penuh kekeluargaan menjadi penutup rangkaian kegiatan yang sarat nilai spiritual dan sosial.
Melalui kegiatan ini, Banter Adis berharap semangat berbagi tidak hanya hidup selama Ramadhan, tetapi terus menjadi budaya dalam kehidupan bermasyarakat. Ia juga mendorong agar gerakan sosial masyarakat dapat berjalan seiring dengan program-program strategis pemerintah, demi terwujudnya masyarakat yang sehat, sejahtera, dan berd
Pesan Anda telah terkirim
aya saing.

More Stories
Ketua Umum Serikat Pemuda Nusantara Muslim Indonesia Nilai Seruan Ganti Kapolri Kurang Tepat, Dukung Penuh Jenderal Listyo Sigit
IMPRES Nilai MBG Jadi Contoh Transformasi Ekonomi Nasional Era Presiden Prabowo
PSN Lawan Kriminalisasi Administrasi PJU