Mahasiswa BEM se-DIY Demo DPRD Yogyakarta, Soroti MBG dan Isu ‘Antek Asing’

Ket : Koordinator aksi menyebut mahasiswa hadir sebagai bentuk kontrol sosial atas kebijakan publik. “Kami menolak segala bentuk kebijakan yang berpotensi menggadaikan kedaulatan bangsa

SuaraINetizen.ComYogyakarta, Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se-Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung DPRD DIY, Rabu (25/2).

 

Dalam aksi tersebut, massa menyoroti program Makan Bergizi Gratis (MBG) serta mengkritisi sikap pemerintah yang dinilai pro terhadap kepentingan asing.

 

Pantauan di lokasi, sekitar 30 mahasiswa membentangkan spanduk dan poster berisi kritik. Sejumlah tulisan bernada keras tampak dalam spanduk yang dibawa massa. Mereka berorasi secara bergantian di depan gerbang utama DPRD DIY dengan pengawalan aparat kepolisian.

 

Dalam selebaran yang dibagikan kepada peserta aksi dan pengguna jalan, mahasiswa memuat sejumlah tuntutan. Di antaranya mendesak pencabutan izin PT Ormat Geothermal yang disebut beroperasi di Maluku Utara serta meminta pengesahan Undang-Undang Masyarakat Hukum Adat sebagai bentuk perlindungan hak masyarakat adat.

 

Mahasiswa juga menolak program MBG yang dinilai tidak tepat sasaran dan tidak menyentuh kebutuhan mendasar rakyat. Selain itu, mereka mendorong transparansi serta audit terbuka terhadap Koperasi Merah Putih untuk mencegah dugaan penyalahgunaan anggaran.

 

Tak hanya itu, massa aksi turut menyoroti keterlibatan TNI dalam urusan sipil dan meminta penegasan supremasi sipil. Mereka juga mengkritisi sikap Presiden yang dinilai terlalu pro terhadap kepentingan asing dan berpotensi mengancam kedaulatan nasional.

 

Koordinator aksi menyebut mahasiswa hadir sebagai bentuk kontrol sosial atas kebijakan publik. “Kami menolak segala bentuk kebijakan yang berpotensi menggadaikan kedaulatan bangsa. Pemerintah harus berpihak pada rakyat,” ujarnya dalam orasi.

 

Aksi berlangsung tertib dan tidak sempat memicu gangguan berarti di sekitar lokasi. Hingga massa membubarkan diri, belum ada pernyataan resmi dari pihak DPRD DIY terkait tuntutan yang disampaikan mahasiswa.

BACA JUGA:  Prajurit Pos Selal Amankan Pembersihan Jalur Iwur–Oksibil, Cegah Potensi Kecelakaan

About The Author