IMPRES Nilai Figur Thomas Djiwandono Tepat Perkuat Sinkronisasi Fiskal dan Moneter

Ket. Wamenkeu Thomas Djiwandono ( Foto Antara /Aditya Prada Putra )

Suarainetizen.com, JAKARTA, 21 Januari 2026 – Lembaga kajian kebijakan ekonomi Indonesia Modernization and Policy Research Studies (IMPRES) memandang masuknya nama Thomas Djiwandono dalam bursa calon Deputi Gubernur Bank Indonesia sebagai langkah strategis dalam memperkuat fondasi kebijakan ekonomi nasional.

IMPRES menilai pengalaman Thomas yang saat ini menjabat sebagai Wakil Menteri Keuangan menjadi nilai tambah penting di tengah kebutuhan akan koordinasi yang lebih solid antara pemerintah dan bank sentral, khususnya dalam menghadapi tekanan ekonomi global yang masih fluktuatif.

Direktur Eksekutif IMPRES, Arif Rahman, mengatakan bahwa keberadaan figur dengan pemahaman mendalam terhadap kebijakan fiskal berpotensi meningkatkan efektivitas perumusan kebijakan moneter di Bank Indonesia.

“Pengalaman panjang di Kementerian Keuangan membuat Thomas memahami secara komprehensif arah pengelolaan APBN. Hal ini dapat memperkuat sinergi kebijakan, sehingga stabilitas ekonomi dapat dijaga secara berkelanjutan,” ujarnya dalam keterangan di Jakarta.

IMPRES menilai terdapat sejumlah aspek strategis yang menjadikan pencalonan tersebut relevan dengan tantangan ekonomi ke depan. Salah satunya adalah menjaga kesinambungan kebijakan makroekonomi nasional di tengah ketidakpastian geopolitik dan perlambatan ekonomi global.

Selain itu, rekam jejak Thomas di pemerintahan dinilai dapat memberikan sentimen positif bagi pelaku pasar dan investor. Kejelasan arah kebijakan dan komunikasi yang efektif antara otoritas fiskal dan moneter dianggap penting dalam menjaga stabilitas nilai tukar serta kepercayaan investor jangka panjang.

Aspek lain yang menjadi sorotan adalah agenda transformasi digital di sektor keuangan. IMPRES menilai Thomas memiliki pandangan yang sejalan dengan upaya Bank Indonesia dalam memperkuat sistem pembayaran nasional serta mendorong ekosistem ekonomi digital yang inklusif.

Memasuki tahun 2026, tantangan ekonomi nasional dinilai semakin kompleks, mulai dari normalisasi kebijakan moneter global hingga upaya memperkuat kemandirian ekonomi domestik. Dalam konteks tersebut, IMPRES menekankan pentingnya hubungan yang harmonis antara pemerintah dan bank sentral.

BACA JUGA:  Saiful Chaniago Desak Kejagung Periksa Menhut Raja Juli, Dugaan Ilegal Logging !

“Stabilitas sistem keuangan membutuhkan tingkat kepercayaan yang tinggi antarotoritas. Dengan latar belakang yang dimiliki Thomas Djiwandono, IMPRES optimistis kebijakan yang dihasilkan akan lebih terkoordinasi, menjaga inflasi tetap terkendali, serta melindungi daya beli masyarakat,” ujar Arif Rahman.

IMPRES berharap proses seleksi pejabat di Bank Indonesia dapat menghasilkan kepemimpinan yang mampu merespons dinamika ekonomi secara adaptif, sekaligus menjaga independensi bank sentral dalam jangka panjang.

About The Author