KAMMI Gandeng KPK Galang Pemuda Antikorupsi di Sektor Sumber Daya Alam

Ket. KAMMI Gelar Bimbingan Teknis (Bimtek) bertajuk “Peran Serta Pemuda Antikorupsi di Sektor Sumber Daya Alam” di Gedung ACLC KPK, Jakarta.

SuaraInetizen.com, Jakarta – Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) bersama Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) bertajuk “Peran Serta Pemuda Antikorupsi di Sektor Sumber Daya Alam” di Gedung ACLC KPK, Jakarta. Selasa, (30/9).  Kegiatan ini mempertemukan pemuda penggiat lingkungan dari berbagai daerah untuk memperkuat peran strategis generasi muda dalam pengawasan sektor sumber daya alam (SDA).

Peserta berasal dari beragam elemen, mulai dari kader KAMMI, mahasiswa, komunitas Bogor Science Club (BSC) IPB, Forum Mahasiswa Pascasarjana IPB, hingga Himpunan Mahasiswa Muslim Pascasarjana (HIMMPAS) IPB. Kehadiran mereka mencerminkan komitmen lintas komunitas mendorong gerakan antikorupsi di sektor SDA.

Ketua Umum PP KAMMI Ahmad Jundi Khalifatullah menegaskan Bimtek ini menjadi ruang strategis bagi gerakan mahasiswa.

“Pemuda tidak boleh hanya bicara idealisme, tapi juga punya kapasitas praktis dalam pencegahan korupsi. KAMMI ingin memastikan kader muda siap mengawal integritas bangsa di sektor yang paling rawan, yaitu SDA,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Ketua Pelaksana Muammar Kadafin yang berharap lahir kader berani bersuara.

“Korupsi SDA tidak hanya merugikan negara, tapi juga menghancurkan masa depan lingkungan. Pemuda harus hadir sebagai aktor perubahan,” katanya.

Ketua Bidang LHK PP KAMMI Aulia Furqon menambahkan, kajian KPK mencatat lebih dari 60% kerugian negara akibat korupsi besar berkaitan dengan SDA, mulai dari izin tambang, perkebunan sawit, hingga tata kelola hutan. “Jika dibiarkan, kerusakan ekologis dan konflik agraria akan terus meluas. Pemuda harus menutup celah itu,” tegasnya.

Grahat Nagara, Peneliti Pencegahan Korupsi SDA sekaligus Dosen STIH Jentera, menilai sektor SDA memang rawan korupsi karena nilai ekonominya tinggi dan tata izinnya kompleks. “Tanpa tata kelola transparan, kita hanya mengulang siklus kerusakan,” jelasnya.

BACA JUGA:  Pemuda Demokrasi Kebangsaan Dukung KPK, Jadikan OTT Wamenaker Momentum Revolusi Moral

Dari KPK, Analis Antikorupsi Romy Iman Sulaiman menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor.

“Pencegahan korupsi bukan hanya tugas KPK, tapi gerakan bersama. Peran pemuda sangat vital untuk memastikan integritas tumbuh sejak dini,” ujarnya.

About The Author