
Ket. Personel Samapta Polda Metro Jaya membagikan air mineral kepada peserta demo buruh di depan gedung DPR RI. (Foto: Polda Metro Jaya)
SuaraINetizen.Com – Jakarta, Analis politik sekaligus pemerhati sosial, Nasky Putra Tandjung, memberikan apresiasi kepada Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol. Asep Edi Suheri dan jajaran Polda Metro Jaya dalam menangani aksi unjuk rasa mahasiswa, buruh dan berbagai elemen masyarakat sipil lainnya pada hari Kamis hingga Jumat (27-28/8/2025) berjalan lancar dan kondusif.
Menurutnya, Penanganan serta pengamanan yang dilakukan jajaran Polda Metro Jaya dinilai humanis, terukur dan sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP). “Langkah humanis dan persuasif yang dilakukan Polda Metro Jaya dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) saat berunjuk rasa dinilai terukur dan tepat. Mulai dari pengaturan lalu lintas, komunikasi dengan pimpinan pengunjuk rasa hingga penindakan terhadap penyusup dan pengunjuk rasa yang melanggar hukum dilakukan dengan baik,” ujar Nasky dalam wawancara nya kepada wartawan, pada Kamis (28/8/2025).
Selain itu, Publik juga memuji jiwa kepemimpinan (Leadership) Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol Asep Edi Suheri yang turun langsung hadir di lokasi meninjau serta berkeliling memastikan aksi unjuk rasa dan seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman dan tertib. “Kehadiran pimpinan tertinggi Polda Metro Jaya di lapangan sekaligus menjadi pesan moral bahwa keamanan dan ketertiban publik adalah prioritas utama,” sambungnya.
“Publik menilai, Langkah Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol Asep Edi Suheri disebut sebagai simbol keteladanan (role model) kepemimpinan Polri yang presisi dan merakyat. Tidak hanya hadir dalam apel gelar pasukan, tetapi benar-benar turun langsung mengawasi jalannya aksi unjuk rasa di awal acara hingga akhir,” tambahnya.
Publik menilai, Langkah yang dilakukan Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol Asep Edi Suheri merupakan bentuk kepemimpinan yang patut diapresiasi. Beliau tidak hanya memberi instruksi dari balik meja, tetapi memilih hadir langsung di lapangan, bersama anggotanya, memastikan seluruh peserta aksi massa merasakan keamanan, ketertiban dan keselamatan dalam menyalurkan aspirasi mereka di depan gedung DPR RI.
“Ini adalah teladan nyata bagi aparat negara dan masyarakat. Ketika pimpinan tertinggi Polda Metro Jaya saja mau turun langsung, itu artinya pesan disiplin, keamanan, ketertiban dan keselamatan betul-betul ditekankan. Publik melihat ini bukan hanya simbol, tetapi langkah konkret bagaimana Polri menempatkan rakyat sebagai pusat pelayanan,” tegasnya.
Oleh sebab itu, Sebagai bagian dari elemen masyarakat sipil (civil society), Kami memberikan apresiasi setinggi tingginya kepada Kapolda Metro Jaya beserta jajaran personil Polri dan TNI dan mendukung penuh tugas-tugas mulia dan dedikasi mereka dalam pengamanan aksi unjuk rasa dari oknum-oknum yang coba memprovokasi dan mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) di wilayah hukumnya.
“Nasky, Alumni Indef school of potical economy Jakarta menegaskan, bahwa setiap aksi damai adalah ujian kedewasaan berdemokrasi di Indonesia. Aksi apapun bentuknya harus berlangsung tertib, aman dan tanpa kekerasan. Setiap bentuk provokasi, penunggangan isu, atau tindakan anarkis adalah pengkhianatan terhadap prinsip-prinsip nila-nilai demokrasi dan supremasi hukum,” katanya.
Lebih lanjut, Nasky juga menguraikan, aksi unjuk rasa adalah hak konstitusional yang dijamin UUD 1945, Undang-Undang Nomor 9 Tahun 1998, dan berbagai instrumen HAM internasional yang telah diratifikasi Indonesia. “Namun, hak itu akan kehilangan legitimasinya bila berubah menjadi panggung kekerasan. Karena itu, kami mengingatkan ruang aksi damai adalah milik rakyat yang beradab, bukan milik provokator,” lanjutnya.
Publik menolak keras keterlibatan kelompok atau individu yang membawa agenda kekerasan atau tindakan provokatif, baik dari dalam maupun luar massa aksi. “Selanjutnya, Publik mendesak aparat keamanan untuk bertindak profesional, tidak represif dan menjamin keamanan seluruh peserta aksi damai, sekaligus menindak tegas pihak yang memicu kericuhan.
“Oleh karena itu, Kami mengajak seluruh peserta aksi dan elemen masyarakat untuk mematuhi aturan hukum, menjaga disiplin dan menghormati hak-hak warga lainnya, termasuk menjaga fasilitas umum dan ketertiban lalu lintas,” imbuhnya.
Intinya kebebasan masyarakat menyampaikan pendapat tetap tersalurkan dengan baik, tetapi yang melanggar hukum tetap ditindak tegas. Sementara itu, bagi yang kemarin dan hari ini masih kurang tertib, Kami harap kedepannya bisa lebih tertib lagi. Memang tak bisa dihindari, pasti ada saja sedikit gesekan yang dipicu oleh provokator. “Untungnya aparat tidak terpancing. Justru yang ditunjukkan adalah sikap tegas tapi tetap terukur, sesuai SOP. Kerja-kerja humanis seperti inilah yang kita harapkan dari aparat,” tandasnya.
Founder Nasky Milenal Center mengajak seluruh elemen masyarakat agar melihat persoalan secara objektif dan konstruktif. “Publik menilai aparat sudah memberikan ruang kebebasan terhadap elemen masyarakat yang ingin menyampaikan aspirasinya yang telah jamin oleh undang-undang, namun ada aturan dan mekanisme yang tak boleh di langgar,” pungkasnya.
Selanjutnya, Publik juga melihat personil Polri sudah humanis dan terukur dalam menangani aksi massa, sejalan dengan semangat Polri Presisi dan Polri untuk Masyarakat, yang terus mengedepankan pelayanan publik yang prediktif, transparan dan bertanggung jawab.
“Konsistensi adalah kunci. Kami berharap jajaran Polda Metro Jaya dibawah kepemimpinan Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol Asep Edi Suheri terus menjaga pelayanan publik yang presisi, sehingga masyarakat merasakan kehadiran Polri bukan sebagai kekuasaan, tetapi sebagai pengayom dan pelindung masyarakat,” harapnya.
Selain itu, Kami juga mengapresiasi massa aksi yang melakukan demo. Dia mengatakan aksi demo berlangsung tertib, meski ada beberapa oknum-oknum yang melakukan perusakan terhadap fasilitas umum. “Sebagian besar pengunjuk rasa juga melakukan aksinya dengan baik dan tertib hukum, namun demikian perlu disesalkan adanya segelintir pengunjuk rasa yang melakukan kekerasan dengan merusak sejumlah kendaraan, membakar fasilitas umum dan melawan petugas,” sesalnya.
Diakhir keterangannya, Dia mengingatkan, Bahwa demokrasi kita bukan meniru mentah-mentah dari luar, tapi berakar pada nilai luhur dan budaya bangsa yang diwariskan para pendiri bangsa (founding father). Dengan semangat persatuan dan kesatuan, Indonesia akan mampu menghadapi tantangan dinamika sosial-politik global.
“Oleh sebab itu, Kami kembali mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tidak terpancing provokasi serta tetap mengedepankan akal sehat dan fakta yang valid. Menurutnya, kritik adalah hal wajar dalam demokrasi, namun harus disampaikan dengan data dan argumentasi yang benar. “Ia pun mengingatkan elemen masyarakat agar tidak mudah terpengaruh kabar bohong maupun provokasi yang berpotensi memecah belah persatuan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Demokrasi sejati hanya bisa berdiri di atas kebenaran,” tutupnya.
Sebelumnya, Polda Metro Jaya menurunkan ribuan personel gabungan untuk mengawal demo buruh di gedung DPR RI. Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol Asep Edi Suheri menekankan agar pengamanan demo dilaksanakan secara humanis.
“Saya tekankan, jangan mudah terprovokasi dan jangan emosi. Bagaimanapun para peserta unjuk rasa adalah saudara-saudara kita semua, bukan orang lain. Bisa jadi mereka mahasiswa, pelajar, bahkan anak-anak kita sendiri. Maka layani mereka sebaik-baiknya, jaga mereka sebaik-baiknya, kawal mereka dengan penuh tanggung jawab,” kata Irjen Asep dalam keterangannya, Kamis (28/8/2025).
Kapolda menegaskan pengendalian diri menjadi kunci dalam pengamanan aksi. Ia meminta anggotanya sabar dan mengedepankan pendekatan persuasif dalam menghadapi massa. “Kita harus kendalikan diri. Laksanakan tugas dengan humanis, sabar, dan terukur. Ingat, penegakan hukum adalah jalan terakhir yang kita tempuh,” tegasnya.
Irjen Asep, yang memimpin apel pasukan pagi tadi, juga menekankan agar seluruh personel menjalankan tugas dengan sikap humanis dan terukur.
Jenderal bintang dua ini juga mengingatkan pasukan agar tetap solid, tidak bergerak sendiri, dan selalu berkoordinasi dengan komandan lapangan.
Sebanyak 4.531 personel gabungan disiapkan untuk mengamankan demonstrasi kelompok buruh di gedung DPR pada Kamis hari ini. Personel gabungan ini terdiri atas anggota Polri, TNI, dan pemda. Polda Metro Jaya sendiri melakukan penyekatan di beberapa titik perbatasan untuk mencegah pelajar ikut demo. Pagi ini, sekitar 200 lebih pelajar berhasil dicegah di beberapa wilayah.
(red)
More Stories
Puji Sikap Kesatria dan Langkah Tegas Kapolri dan Kapolda Metro Jaya, Pengamat Serukan Elemen Masyarakat Bersatu Jaga Keutuhan NKRI
Dewan Pers Keluarkan Seruan Terkait Pemberitaan Unjuk Rasa di Jakarta
Dianggap Gagal, Guru Besar Ganti Kapolri