Prajurit Koramil 14/TJA Kawal Alat Berat “Normalisasi” Saluran Utama Lhok Reudeup

SuaraINetizen.comAceh Utara, Pasca terjangan banjir bandang yang menyisakan tumpukan lumpur, prajurit Koramil 14/TJA bergerak cepat melakukan aksi nyata di lapangan. personel Babinsa dipimpin Serda Edi saputra terjun langsung mendampingi pengoperasian alat berat (Beco) untuk membersihkan saluran parit utama di Desa Lhok Reudeup, Kecamatan Tanah Jambo Aye, Aceh Utara. Jumat (27/2/2026).

 

Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 10.00 WIB ini difokuskan pada pengangkutan sedimentasi tanah dan lumpur yang menyumbat laning (saluran parit) utama desa. Langkah taktis ini diambil guna memastikan saluran air berfungsi kembali secara normal, sehingga potensi banjir susulan akibat tingginya curah hujan dapat diminimalisir sedini mungkin.

 

Di lokasi, Serda Edi saputra yang mewakili Danramil 14/TJA tampak bersinergi dengan operator alat berat dan aparatur Gampong Lhok Reudeup. “Kami hadir untuk mempercepat pemulihan desa. Saluran ini adalah urat nadi pembuangan air, jika tersumbat lumpur, pemukiman warga terancam banjir lagi setiap hujan turun. Kami pastikan pengerjaan ini tuntas dan tepat sasaran,” tegas Serda Edi saputra di sela-sela kegiatannya.

 

Aksi sigap TNI ini disambut hangat oleh warga setempat. Bapak Geuchik (Kepala Desa) Lhok Reudeup mengungkapkan rasa terima kasihnya atas respon cepat dari pihak Koramil.

 

“Jika mengandalkan tenaga manual, lumpur setebal ini sangat sulit dibersihkan. Kehadiran Babinsa yang membawa dukungan alat berat sangat membantu kami. Kini saluran mulai bersih, dan kami merasa lebih tenang jika hujan turun lagi. Terima kasih TNI sudah peduli dengan desa kami,” ungkapnya.

 

Kegiatan pembersihan ini rampung pada pukul 17.00 WIB dalam keadaan aman dan kondusif. Aksi nyata ini menjadi bukti kemanunggalan TNI dengan rakyat dalam memberikan rasa aman dan kenyamanan bagi masyarakat Tanah Jambo Aye pasca-bencana.

BACA JUGA:  Gelap Dipatahkan, Harapan Dinyalakan: Pos Okpol Satgas Yonif 751/VJS Pasang Lampu Surya di Polsam–Kutdol

About The Author