Suarainetizen.com-Medan, Senator M. Nuh menyoroti persoalan kehalalan makanan dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dilaksanakan di daerah dengan mayoritas penduduk non-Muslim. Sorotan tersebut muncul setelah adanya keluhan dari masyarakat Kabupaten Tapanuli Utara.
“Keluhan ini disampaikan langsung oleh masyarakat Tapanuli Utara. Kami kemudian menindaklanjutinya melalui pertemuan yang diprakarsai oleh Majelis Ulama Indonesia Tapanuli Utara,” ujar Nuh dalam keterangannya, Selasa (24/2).
Menurut Nuh, keresahan masyarakat berangkat dari kekhawatiran terhadap proses produksi makanan MBG di dapur-dapur penyedia. Orang tua siswa Muslim belum mendapatkan kepastian apakah para juru masak, bahan pangan, hingga peralatan memasak yang digunakan telah sepenuhnya memenuhi standar halal. Potensi kontaminasi dengan bahan non-halal menjadi salah satu perhatian utama.
Nuh mengapresiasi langkah cepat MUI Tapanuli Utara yang turun langsung memberikan jaminan kehalalan makanan MBG bagi siswa Muslim. Ia menyebut MUI Taput mulai membangun komunikasi intensif dengan pemerintah daerah agar persoalan ini mendapatkan perhatian serius.
“Ini adalah hak siswa untuk memperoleh makanan yang halal dan bergizi,” tegasnya.
Lebih lanjut, Senator asal Sumatera Utara itu mengingatkan bahwa regulasi terkait jaminan produk halal di Indonesia sudah jelas. Pemerintah telah mewajibkan setiap produk makanan dan minuman yang beredar memiliki sertifikat halal guna memberikan kepastian hukum dan perlindungan bagi konsumen Muslim.
Oleh karena itu, Nuh mendorong pemerintah daerah agar pelaksanaan program MBG benar-benar memperhatikan ketentuan tersebut. Ia menyarankan koordinasi aktif dengan Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal, Kementerian Agama Republik Indonesia, serta MUI setempat untuk memastikan seluruh rantai penyediaan makanan mulai dari dapur, bahan baku, hingga distribusi memenuhi standar halal secara ketat.
Nuh optimistis, dengan memperbaiki kelemahan dan meningkatkan kualitas pelaksanaan MBG, Indonesia dapat mencetak generasi emas yang tidak hanya sehat dan cerdas secara intelektual, tetapi juga berakhlak mulia.
“MBG ini program yang baik. Tinggal kita pastikan kualitas dan kehalalannya benar-benar terjamin.
Jika dilakukan dengan serius, kita sedang menyiapkan generasi emas Indonesia,” pungkasnya.

More Stories
Perumda Tirta Bhagasasi Tambah Pegawai, Indikasi Keuangan Sehat atau Potensi Pemborosan?
PSN Lawan Kriminalisasi Administrasi PJU
Satgas Gulbencal Laksanakan Pembersihan Ulang SDN 158506 Tukka Akibat Banjir Susulan